Sang Hyang Grodok | “Mesolah 11 Hari Berturut-turut”

594

Ritual Tari Sang Hyang Grodok. |foto-sjd|

 

SULUHBALI.CO, Nusa Penida – Lembongan menjadi salah satu andalan pariwisata Klungkung. Panorama pantai menjadi primadona bagi para pengunjung baik domestik maupun wisatawan asing. Di tengah hiruk-pikuk pariwisata, di daerah ini justru kebudayaan masih terpelihara dengan baik. Salah satu tari Sang hyang Grodog, yang merupakan salah satu tari Sang hyang yang mempunyai perbedaan dengan tari Sang hyang pada umumnya di Bali.

Hal ini disampaikan panitia yang juga pengurus Desa Pakraman Lembongan I Wayan Dangled, bahwa Tari Sang Hyang dalam khasanah dunia tari berada dalam kelompok tarian kuno (Ancient Dancer) atau tarian klasik. “Hal ini disebabkan tari Sanghyang mengandung unsur-unsur magis (berjiwa sakti, animisme (sreg jiwa) dan demonology (keraksasaan). Ketiga unsur ini secara umum dapat ditemukan dalam tari Sanghyang, “ ungkapnya, Rabu (6/8/2014).

Di Bali keberadaan tari Sanghyang dikaitkan dengan tujuan ritual / keagamaan sehingga posisi tari ini sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Tari Sang Hyang dibandingkan dengan kehidupan tari – tari klasik lainnya memiliki karakter dan fungsi yang lebih khas serta relatif kurang populer karena tujuan pementasannya tidaklah untuk menghibur, tetapi lebih ditujukan untuk aspek relegius yaitu berfungsi untuk ritual magis pengusiran bhuta kala.

Di Desa Pakraman Lembongan,Nusa Penida, Klungkung ini selain memiliki Sang Hyang yang sudah lumrah seperti Sang Hyang Jaran, Sang Hyang Dedari tetapi ada juga Sang Hyang Grodog. Sang Hyang Grodog yang sakral ini bukan berhenti hanya berupa tarian, melainkan paduan sempurna antara irama gending ( nyanyian, audio, suara/bunyi ), rupa ( wujud, bentuk, visual ) dan agem ( gerak, kinetic ).

“Jumlahnya pun bukan hanya satu atau dua tetapi sekaligus ada 23 jenis Sang Hyang, yang kemudian dipersembahkan sebagai aci sacral di desa Pakraman Lembongan selama 11 hari berturut-turut mulai pinanggal ke -7 sasih karo (bulan Juli – Agustus ) kali ini belangsung dari tanggal 2 -13 Agustus 2014, “ ujarnya Dangled.

Berdasarkan fungsi ritual magis tari Sang Hyang grodog atau lazim disebut Sanghyang Perahu yang pernah berkembang dan membudaya di Desa Lembongan juga memiliki fungsi ritual magis seperti :

Penolak bala

  • Wabah penyakit terjangkit di Desa Lembongan
  • Wabah penyakit ternak ( grubug) hewan peliharaan seperti sapi, babi dan ayam.

Sarana memohon hujan jika terlambat atau terlalu lama terjadi musim paceklik.

Disamping fungsi ritual magis Sang Hyang grodog juga terkandung nilai budaya yang adi luhung di dalam ke 23 (dua puluh tiga) jenis Sang Hyang yang tergabung dalam Aci Sang Hyang Grodog seperti : Nilai simbolis Kesuburan, Religius, Keakrabatan, Gotong royong, Legenda Desa, Pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam laut, keperkasaan/kekuatan dan keanekaragaman satwa di Lembongan.

Bila didalami nilai hakekat guna, makna dan nilai maupun kearipan hidup yang terkandung kedalaman Aci Sang Hyang Grodog ini merupakan kristalisasi kedalaman visi kesemestaan hidup dan kehidupan yang dipahami oleh penglingsir (tetua) Desa Pakraman Lembongan dimasa silam yang tetap relevan, bahkan sangat urgent bagi generasi masa kini maupun masa depan. Sang hyang Grodog merupakan unteng sekaligus puncak pemahaman spiritualitas model penglingsir (tetua) Lembongan yang hidup dalam tradisi maritim dengan tetap mencintai , menghargai dan kesantunan pada Tanah Air/Bumi Pertiwi dengan segenap isinya yang disimboliskan dengan 23 jenis Sang Hyang Grodog tersebut.

Adapun 23 jenis Sang Hyang Grodog tersebut yaitu :

Sang Hyang Sampat
Sang Hyang Bumbung
Sang Hyang Penyalin
Sang Hyang Lingga
Sang Hyang Joged
Sang Hyang Dukuh Ngaba Cicing
Sang Hyang Jaran
Sang Hyang Dukuh Masang Bubu
Sang Hyang Sampi
Sang Hyang Bangu-Bangu
Sang Hyang Kebo
Sang Hyang Tiling-Tiling
Sang Hyang Enjo-Enjo
Sang Hyang Manjangan
Sang Hyang Tutut
Sang Hyang Jangolan Dukuh Ngaba Penyu
Sang Hyang Barong
Sang Hyang Kelor
Sang Hyang Capah
Sang Hyang Perahu
Sang Hyang Sumbul
Sang Hyang Payung
Sang Hyang Bunga

Sementara tokoh setempat I Nyoman Murta menyampaikan “Tari Shang Hyang Grodok salah satu tarian yang sakral yang dikeramatkan di Desa Lembongan. selama ini Sang hyang Grodok belum dikenal, perlunya pengemasan kebudayaan ini tapi tetap mempertahan yang sudah ada. Bagi pengunjung yang menyaksikan dianjurkan menggunakan pakaian adat Bali agar taksu Sang hyang Grodok terjaga,” terang Murta Selaku Perbekel Desa Lembongan.

Sang hyang Grodok menarik perhatian wisatawan asing. Dengan busana adat Bali mebaur dengan warga sekitar. Bagi Fotografer ini merupakan momen yang paling langka, Cuma sanyangnya hanya warga sekitar dan beberapa yang kebetulan berlibur yang mengabadikan.

Salah satu wisatawan Asing Michael White asal Australia pasif bahasa Indonesia dan Bali mengatakan “Saya sangat kagum dengan keunikan Nusa Penida terutama Nusa Lembongan. Sang Hyang di Lembongan sangat berbeda dengan Sang hyang di Bali. Kenyentrikan ini perlu dilestarikan, saya kesal arsitektur setempat sudah tergerus pengaruh global “ berangnya. (SB-sjd)

 

 

 

JADWAL PELAKSANAAN ACI SANGHYANG GRODOG DI DESA PAKRAMAN LEMBONGAN, KEC. NUSA PENIDA

 

NO NAMA SANGHYANG TANGGAL PELAKSANAAN / Mulai Jam
– SANGHYANG SAMPAT- SANGHYANG BUMBUNG

– SANGHYANG PENYALIN

 

2 Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG LINGGA- SANGHYANG BUMBUNG

– SANGHYANG PENYALIN

 

3 Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG JOGED- SANGHYANG BUMBUNG

– SANGHYANG PENYALIN

 

4Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG DUKUH NGABE CICING- SANGHYANG PENYALIN

– SANGHYANG JARAN

 

5 Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG MASANG BUBU- SANGHYANG SAMPI

– SANGHYANG PENYALIN

 

6 Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG BANGU – BANGU- SANGHYANG KEBO

– SANGHYANG PENYALIN

 

7Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG TILING – TILING- SANGHYANG ENJO – ENJO

– SANGHYANG MANJANGAN

 

8 Agustus 2014Mulai Jam 08.00 wita
– SANGHYANG TUTUT- SANGHYANG JANGOLAN NGABE PENYU

– SANGHYANG BARONG

 

9Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG KELOR- SANGHYANG CAPAH

– SANGHYANG PRAHU

 

10 Agustus 2014Mulai Pukul 20.00 wita
– SANGHYANG SUMBUL  11 Agustus 2014Mulai Pukul 00.00 wita
– SANGHYANG PAYUNG

– SANGHYANG BUNGA

12 Agustus 2014

Mulai Pukul 00.00 wita

– PELUAR 13 Agustus 2014Mulai Pukul 08.00 wita

 

Comments

comments

Comments are closed.