Sampah Kiriman di Pantai Kelan Belum Dapat Sentuhan

88

Kondisi sampah dan seekor kura-kura di Pantai Kelan. |foto-ijo|

 

SULUH BALI, Mangupura – Tidak hanya Pantai Kuta, Pantai Kelan pun tidak luput dari sampah kiriman. Mulai dari sampah plastic hingga potongan-potongan kayu bahkan seekor penyu yang telah menjadi bangkai pun ikut menepi di pesisir pantai Kelan. Namun sayangnya meski sampah kiriman yang terjadi setiap tahun di pesisir pantai di selatan Bali, tetapi sampah yang ada di pantai kelan ini belum mendapat sentuhan pasti.

Meski sempat di bersih secara gotong-royong namun hal tersebut tidak serta merta dapat membersihkan sampah yang ada karena sampah tersebut datang dan silih berganti. Seperti halnya yang diungkapkan  Ketua Kelompok Nelayan Samanjaya Nyoman Pulir yang  mengatakan peningkatan volume sampah yang menepi di pesisir Pantai Kelan sudah terjadi sejak dua hari lalu. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan seperti periode sebelumnya lebih condong memilih untuk pasrah menunggu hingga sampah terhanyut kembali oleh deburan ombak. “Kami biasa bersihkan secara manual. Tapi itu tidak banyak membantu. Sekarang dibersihkan, nanti saja sudah kembali lagi,” ungkapnya ditemui Senin (29/12/2014).

Pantai kelan memang setiap tahun fenomena sampah kiriman seperti ini sudah menjadi langganan bahkan tidak hanya sampah kayu dan plastik, tetapi juga bangkai ikan “Seperti sekarang ini, sudah ada bangkai penyu yang datang,” sebutnya sambil menunjuk ke arah bangkai penyu yang terdampar.

Sesuai dengan pengalaman, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP)-nya, sudah dirasa peduli dengan fenomena yang juga menjamah pantai Kelan ini. Hanya saja cukup disayangkan, sampah baru bisa ditangani setelah pihaknya meminta bantuan. “Jadi kedepan kalau memungkinkan, kami harap ada bantuan semacam loader yang stand by disini. Sehingga sampah dapat ditangani dengan lebih cepat. Apalagi kini Pantai Kelan juga sudah merupakan tujuan wisata,” sebutnya.

Terpantau di lokasi, sampah memang tampak bertebaran di sepanjang pantai ini hingga sekitaran runaway Bandara I Gusti Ngurah Rai. Beberapa warga tampak menggunakan kesempatan ini. Mereka terlihat memunguti sebagian diantaranya untuk selanjutnya dipergunakan sebagai kayu bakar. Sedangkan sisanya, cenderung dibiarkan ataupun dibakar ditempat.

Sementara itu, peningkatan volume sampah kiriman yang menepi di pantai barat diakui adanya oleh Kepala DKP Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan. Melalui pesan singkat dirinya mengatakan, mulai hari ini pihaknya akan menerjunkan total 750 personil lengkap dengan 30 unit truk angkut sampah dan 4 unit alat berat. Ratusan personil ini bergerak diseluruh pesisir pantai barat wilayah Kabupaten Badung termasuk dalam hal ini Pantai Kelan. (Sb-Ijo)

Comments

comments