Rumah pelaku, Pelaku Putu dan ketiga anaknya (foto ist)

SULUH BALI, Gianyar — Apa yang ada dalam pikiran Ni Luh Putu Septyan Parmadani (34 tahun) yang tega meracuni tiga putra-putrinya? Mungkin setelah ia sadar dari kondisinya sekarang dirawat di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di Denpasar, akan bisa membuka tabir mengapa ia melakukan tindakan sekeji itu.

Putu Septyan pulang ke rumah asalnya di Banjar Palak, Sukawati, Gianyar pada hari Selasa (20/2/2018). Tidak ada yang aneh, namun kepulangannya tanpa sepengetahuan sang suami. Karena menurut seorang kawannya, Putu yang menjadi guru ini, masih sempat mampir ke sekolah tempatnya mengajar. Yang aneh, ia datang bersama ketiga anaknya, yaitu Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6tahun), Made Mas (4 tahun) dan Nyoman Mas (2 tahun).  Namun anaknya Pradnya Dewi yang seharusnya bersekolah di Taman Kanak Kanak yang ada dalam satu lingkungan dengan SD 2 Sulangai, tidak mengenakan seragam.

Sang suami Putu Moh Diana (35 tahun) mengetahui istrinya tidak ada di rumah, sore harinya kemudian pergi ke rumah mertuanya yang berjarakan puluhan kilometer dari rumahya di Banjar Sandakan, Sulangai, Petang, Badung. Namun istrinya yang diajak pulang ke rumahnya di menolak ikut.

Tidak diketahui apakah terjadi pertengkaran di antara keduanya, namun menjelang tengah malam Putu Moh Diana pamit pulang. Saat itu dia sempat berpapasan dengan saudara iparnya bernama I Made Yoga (31 tahun) dan menjelaskan bahwa dirinya akan pulang ke rumahnya. Sementara Yoga saat itu melihat Putu Septya sedang menyusui sang bayi.

 

Pisau Berlumuran Darah

Pada pagi hari saat Made Yoga, akan mandi harus mengambil peralatan mandi yang berada di kamar yang digunakan kakaknya tidur bersama anak-anaknya. Beberapa kali mengetuk pintu, namun tidak dibuka. Akhirnya Made Yoga berusaha mencongkel jendela, dan ditemukan sang kakak sudah tidak sadarkan diri dan ketiga keponakannya sudah kaku. Yoga berteriak dan semua orang dalam keluarga datang.

Putu Septya ditemukan masih bernafas dan memegang sebilah pisau berlumuran darah. Nampaknya pisau tersebut lah yang menyebabkan dirinya banyak kehilangan darah. Sementara ketiga anaknya berada disampingnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Putu Septya anaknya sempat dilarikan ke rumah sakit Ganesha Sukawati.

Polisi  sektor Sukawati yang melakukan penyidikan menemukan di dalam kamar pisau yang diduga digunakan untuk bunuh diri Putu Septya dan kantong plastik racun nyamuk Baygon yang isinya diduga digunakan untuk meracuni ketiga putra dan putrinya. (SB-tim)

 

 

Comments

comments