Prosesi Ngaben Sehari ? | Parisada Bali Akan Buat Pedoman “Ngelanus”

214

SULUH BALI, Denpasar – Melalui Dharma Upapati Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, Sabha Pandita akan merumuskan pedoman Ngaben Ngelanus melalui paruman lebih lanjut.

“Ngaben ngelanus akan dibuatkan buku yang akan digunakan oleh semua umat,” kata Ida Pedanda Wayahan Wanasari pada penyampaian materinya pada Pasamuhan Madya I PHDI Bali di Gedung PHDI Bali, Selasa (8/8/2017).

Menurut Ida Pedanda ngaben ngelanus dilaksanakan masih hampir kecil di seluruh Bali sehingga perlu dilakukan kajian oleh sulinggih sesuai dengan sastra dan tradisi aguron-guron yang dilakukan masing-masing sulinggih. Selain itu, ketentuan ini juga akan dibuat agar tidak menginterpensi desa, kala, patra yang telah dilakukan di masing-masing daerah.

“Kita akan menyusun ngaben ngelanus untuk demi kepentingan umat bisa hidup lebih baik,” jelasnya.

Pada penyusunan pedoman ngaben ngelanus, Sulinggih PHDI Bali dalam waktu dekat akan terus mengadakan peparuman. Hasil dari ketentuan tentang ngaben ngelanus akan dijadikan pedoman buku panduan bagi umat Hindu.

Ngaben ngelanus sendiri merupakan pengabenan yang dilakukan dalam sehari sampai dengan ngelinggihang. Dimulai dari ngaben (geni prenawa), memukur/nyekah sampai dengan ngunggahang dewa pitara (nilapati) yang upacaranya itu selesai dalam waktu sehari. (SB-Skb)

Comments

comments