Rusmina Dewi, Multitalenta yang Konsisten Mencintai Seni

0
1065
Rusmina Dewi

SULUH BALI, Badung – Gadis ini bisa dikatakan multitalenta, terutama bakat dan kemampuannya di bidang seni. Mulai dari Kekawin, tari Bali, penari Arja dengan peran Limbur maupun Condong, sebagai Gerong di Wayang CenkBlonk, penari Janger, teater, nyanyi  sambil bermain gitar, keyboard, mencipta lagu, hingga model. Bahkan dia juga sempat menekuni olah raga dan seni bela diri pencak silat.

Luh Gede Rusmina Dewi, nama lengkap gadis asal Banjar Sayan Baleran, Desa Werdhi Bhuwana, Mengwi, Badung ini. Bisa dikatakan dia mampu menyandingkan dengan baik kegiatan berkeseniannya antara kesenian tradisional Bali dan seni yang terbilang modern itu. Hal itupun kerap ia share dengan mengunggahnya  lewat akun instagram pribadinya maupun di youtube.

Bakat dan kemampuan yang dia miliki dalam kesenian tradisional Bali, terbukti dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memerankan Condong dalam dalam kesenian Arja. Sebuah bakat dan kemampuan yang jarang dimiliki oleh penari pada umumnya, apalagi penari seusianya. Karena peran tersebut menuntut kemampuan dalam hal akting, olah vokal sekaligus menari.

Bisa jadi ini sebagai hasil dari pencapaian yang ia dapatkan karena dia sebelumnya sudah dibekali banyak pengalaman, baik melalui latihan maupun kompetisi. Dalam olah vokal misalnya, dia sering tampil karena dipercaya untuk mengikuti kegiatan lomba Kekawin maupun lomba Palawakya. Dan diapun hampir selalu meraih juara pada kompetisi tersebut.

Setumpuk Piagam Penghargaan telah dia raih, bukti atas kemampuan dan prestasinya selama ini. Seperti Juara I Lomba Kekawin Remaja Putri. Dalam Pekan Olah Raga dan Seni Kecamatan Mengwi Tahun 2014, Juara I Palawakya Remaja Putri Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung Tahun 2014, Juara III Kekawin Putri Lomba Kekawin dan Sloka Tingkat SMA/SMK se-Bali Tahun 2015.

Kemudian meraih Juara III Palawakya Remaja Putri Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung tahun 2015, Juara III Palawakya Remaja Putri Lomba Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung Tahun 2016. Juara III Lomba Palawakya Putri, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana Tahun 2014.

Dalam bidang seni tari, gadis kelahiran 4 Agustus 1997 ini banyak dibina oleh Ibu Desak Suarti Laksmi dan Bapak Nyoman Catra di Sanggar Seni Usadhi, Mengwitani.

“Dulu saya sempat berhenti menari kelas 6 SD. Dan mulai lagi ketika SMA. Sehingga tarian yang dulu itu lupa. Jadinya sekarang hanya pentas tari lepas atau pertunjukkan-pertunjukkan seperti kolaborasi, gerong di Cenkblonk, Arja, dan Janger,” ungkap sulung dari 3 bersersaudara ini.

Saat ini, disamping terus disibukkan oleh kegiatan berlatih dan pentas kesenian tradisional Bali, dia juga terus mengasah kemampuannya di bidang nyanyi. Karena Luh De, begitu sapaannya, juga memperoleh apresiasi atas kemampuannya ini. Terbukti dia dipercaya menyanyikan lagu “Pejalan Tresna” yang telah dirilis tahun 2017 lalu, duet bersama Band Harmonia. Dia juga mengaku, karena lagu tersebut, dirinya kini semakin dikenal.

Bagaimana kehidupan pribadi gadis yang kini duduk di semester 6 di sebuah perguruan tinggi ini ? Bagaimana dia melakukan proses kreatif dalam berkesenian termasuk tentang banyaknya apresiasi yang dia peroleh karena selalu aktif menggunggah aktifitasnya di media sosial ? (SB-Rk )

Comments

comments