RS Mata Bali Mandara Siap Layani Ribuan Penderita Katarak

169
Gubernur menggunting pita meresmikan RS Mata Bali Mandara (foto humas.Bali)

SULUHBALI, DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meresmikan Rumah Sakit Mata Bali Mandara yang berlokasi di Jalan Angsoka, Kreneng Denpasar pada, Rabu (26/4). Peresmian RS Mata Bali Mandara yang bertaraf internasional ini dihadiri oleh seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali dan para stakeholder lainnya. Selain itu, Konsulat Jendral Australia, Doktor Helena juga ikut hadir.

Dalam sambutannya, Pastika menjelaskan, Rumah Sakit Mata Bali Mandara merupakan rumah sakit terbesar di Bali dan Nusa Tenggara. Selain itu, rumah sakit ini juga dirancang layaknya hotel berbintang 5. Hal ini karena RS Mata Bali Mandara ini memiliki model dan bentuk yang sangat fantastik.

Dalam pembangunan rumah sakit ini menggunakan tim perencanaan dari Universitas Gajah Mada dan dari Australia. Sesuai dengan bentuk dan modelnya, RS Mata Bali Mandara memiliki berbagai peralatan kesehatan yang canggih dan terbaru. Rumah sakit yang dibangun dengan dana APBD Bali ini dirancang layaknya seperti hotel bintang 5 dan full AC. “Ini semata-mata untuk membantu rakyat miskin di Bali yang menderita penyakit mata seperti katarak,” ujarnya.

Menurut, selama masa pemerintahannya, Pemprov sudah Bali melakukan pembangunan dan menata kembali 3 rumah sakit besar sekaligus, yakni Rumah Sakit Jiwa Bangli, Rumah Sakit Mata Bali Mandara, dan Rumah Sakit Umum Bali Mandara yang akan dioperasikan pertengahan Mei ini.

Semua rumah sakit ini saat ini menjadi rumah sakit rujukan dari beberapa wilayah di Indonesia. Rumah Sakit Jiwa Bangli saat ini sudah menjadi rumah sakit rujukan dari seluruh wilayah Indonesia. Sementara Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan RSU Bali Mandara menjadi rujukan untuk wilayah Nusa Tenggara atau wilayah timur Indonesia. Selain itu, Pemprov Bali juga akan membangun rumah sakit pertama yang akan tersebar di seluruh wilayah Bali dan pembangunan Puskesmas Rawat Nginap lainnya yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Bali.

Membantu Orang Miskin

Gubernur Pastika menjelaskan, konsentrasi penataan Rumah Sakit Mata Bali Mandara tersebut dilakukan dengan merujuk pada data tahun 2008 dimana jumlah penderita katarak di Bali mencapai lebih dari 56 ribu orang. “Ini data tahun 2008 lalu. Sementara sejak rumah sakit mata beroperasi secara maksimal, dalam setahun hanya mampu operasi penyakit katarak sebanyak 3 ribu orang lebih. Artinya sampai 10 tahun pun baru memcapai 30 ribu sampai 40 ribu orang. Dengan gedung baru ini, kita memiliki ruang baru sebanyak 6 ruangan sehingga totalnya menjadi 8 ruangan. Diharapkan jumlah pasien mata yang tertangani bisa dua kali lipat atau bahkan 3 kali lipat,” ujarnya.

Jumlah pasien 56 ribu orang itu adalah data tahun 2008. Memang ada yang sudah disembuhkan melalui operasi, tetapi ada yang juga penderita baru. Angka pastinya belum diketahui. “Tetapi kalau maksimalkan 8 ruangan, dengan tenaga media yang handal, maka kita optimis jika penderita katarak di Bali akan habis juga,” ujarnya.

Bila 8 ruangan beroperasi maksimal maka dalam setahun bisa menggelar operasi katarak sebanyak 10 ribu orang. Sehingga dalam 5 tahun ke depan, penderita katarak akan teratasi dengan baik dan sempurna. Itu baru penderita katarak. Belum lagi ada banyak gangguan mata lainnya yang harus membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Ia berharap rumah sakit ini bisa menjadi rujukan berkualitas untuk Bali dan Nusra. “Orang buta atau katarak biasanya dari kelompok orang miskin. Mereka juga tidak cukup uang untuk melakukan operasi. Kehadiran rumah sakit mata di Bali sangat membantu warga Bali yang miskin,” ujarnya.

Pada saat itu, Pastika juga menegaskan, proses perluasan gedung yang baru ini berjalan dengan banyak kendala. Salah satunya adalah perizinan yang tidak dikeluarkan Pemkot Denpasar. Perizinan menghambat pembangunan rumah sakit mata yang sudah banyak membantu orang miskin ini.

“Saya heran. Kita mau membangun rumah sakit yang membantu orang miskin selalu saja ada orang yang menghambatnya. Kalau ada orang menghambat pembangunan rumah sakit mata ini, kita berdoa supaya dia itu buta. Makanya kita meresmikan gedung baru ini tanpa IMB. Pemprov Bali hanya ingin melayani orang yang miskin dan buta,” ujarnya.

Adi Wiryatama Dukung Pemprov Bali

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Adi Wiryatama menjelaskan bahwa pihaknya selalu mendukung penuh langkah pemerinta provinsi Bali yang mendirikan RS Mata Bali Mandara dan Rumah Sakit Bali Mandara. Dukungan tersebut menurutnya, karena apa yang dilakukan pemerintah provinsi Bali sesungguhnya untuk kepentingan rakyat Bali. “kami selaku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selalu mendukung langkah pemprov Bali. Biar masyarakat aman dan nyaman. Intinya kita selalu mendukung dan tidak ada masalah.” Ujarnya pentolan partai PDIP ini saat menghadiri acara peresmian tersebut. (SB-rio) 

 

Comments

comments