RS Mata Bali Mandara Menuju Kompetisi Dunia

130
Dr. Ni Made Yuniti, MM mendampingi Gubernur Bali saat meresmikan RS Bali Mandara (foto rk).

SULUH BALI, Denpasar – Rumah Sakit Mata Bali Mandara atau Rumah Sakit Indera yang berada di Jalan Angsoka Denpasar berhasil masuk 5 besar inovasi layanan publik Indnesia. Dan telah lulus putaran kedua UNSPA (United Nastion Public Service Awards) yang merupakan penghargaan bergengsi di tingkat dunia untuk inovasi pelayanan publik.

Inovasi yang diikutsertakan adalah program Mobile Eye Clinic atau Bali Blindness Prevention & Elemination Programme. Dimana lewat inovasi ini diyakini telah memenuhi kriteria UNPSA tahun 2017, yaitu : 1. Menyentuh orang paling miskin dan rentan, melalui layanan dan partisipasi inklusif. 2. Mempromosikan transparansi, akuntabilitas dan integritas pelayanan public. 3. Inovasi dan keunggulan dalam pemberian pelayanan kesehatan.

Demikian disampaikan Direktur Rumah Sakit Mata Bali Mandara Dr. Ni Made Yuniti, MM lewat siaran pers yang ia berikan usai  peresmian perluasan gedung Rumah Sakit Mata Bali Mandara (Rumah Sakit Indera)  oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (26/4/2017).

Ia jelaskan bahwa persiapan program tersebut dimulai dengan pembentukan panitia PGPK (Pencegahan Gangguan dan Penanggulangan Kebutaan), Pelatihan Dokter, Perawat Puskesmas dan Kader Kesehatan Mata. “Program ini dimulai sejak tahun 2008, dimana RS Mata Bali Mandara sebagai pelaksana teknis dan telah berhasil menurunkan angka kebutaan di provinsi Bali dari 1% pada tahun 2007 menjadi 0,3% pada tahun 2013,” jelasnya.

Dijelaskan pula bahwa PBB menyelenggarakan lomba pelayanan public tingkat dunia yang merupakan ajang bagi para inovator dari berbagai belahan dunia. Keikutsertaan Indonesia merupakan bentuk eksistensi negara sebagai penyelenggara pelayanan public yang memiliki kualifikasi berstandar internasional.

“Event internasional ini bukan saja diakui di forum PBB, tetapi juga mendapat pengakuan dari negara-negara Organization Economic Coorporative and Development (OECD), yakni organisasi negara-negara maju,” tambahnya. (SB-Rk).

 

Comments

comments