RS Internasional Bali Mandara Juga untuk Warga Miskin

196
Mangku Pastika saat meninjau RS Internasional Bali Mandara. |foto-humprov|

SULUH BALI, Denpasar – Mangku Pastika secara khusus mengajak jajaran DPRD Provinsi Bali untuk meninjau proses pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali Mandara yang direncanakan akan mulai beroprasi pada bulan April 2017  mendatang.

Pastika pada saat itu menjelaskan secara umum proses pembangunan rumah sakit yang digadang – gadangkan akan menjadi rumah sakit terbaik di Bali tersebut. “Ini RS Internasional bukan hanya untuk para bule tapi justru diperuntukkan bagi keluarga kita yang sakit dan kurang mampu yang membutuhkan perawatan terbaik,” ujar Pastika di lokasi pembangunan, Sanur, Denpasar, Kamis (14/4).

Pastika juga kembali menekankan  bahwa tidak hanya orang kaya yang berhak menikmati fasilitas rumah sakit yang bagus, namun masyarakat miskin juga memiliki hak ,  dan menjadi tugas pemerintah untuk memfasilitasinya. “Kalau sudah ada RS ini, biar masyarakat miskin juga bisa merasakan fasilitas dan kamar rumah sakit yang bagus,” imbuh Pastika.

Pastika menginstruksikan agar fasilitas untuk kamar kelas 3 diprioritaskan untuk segera diselesaikan sehingga bisa menampung pasien dari keluarga miskin. “Saya harap fasilitas untuk kelas 3 dapat diprioritaskan untuk segera diselesaikan terlebih dahulu, tidak perlu sekaligus karena ada tahapannya,” imbuh Pastika.

Tidak saja  menampung pasien dari kalangan kurang mampu, dengan lokasi dan fasilitas yang bertaraf intenasional pembangunan , rumah sakit ini menurut Pastika bisa diarahkan untuk menjadi destinasimedical tourism , terlebih hal ini sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat , yang sekaligus juga menyatakan  kesiapan untuk menyediakan tenaga medis berkemampuan dan bertaraf internasional. “Ini bisa menjadi salah satu destinasi yang susah untuk diikuti daerah lain dan ini akan menjadi nilai lebih kita,” jelas Pastika.

Terkait wacana penambahan pelayanan khusus kanker, Pastika juga sempat menerangkan bahwa lokasi pembangunan rencananya berdampingan dengan RS Internasional Bali Mandara mengingat di lokasi pembangunan RS Internasional Bali Mandara masih terdapat lahan yang memungkinkan untuk dibangun Pelayanan Khusus Penderita Kanker. “Jadi saya rasa tidak ada masalah jika disini juga di bangun Pelayanan Khusus Penderita Kanker,” imbuhnya.

Mengingat, jumlah Penderita penyakit kanker di Bali mengalami peningkatan yang berimbas  pada panjangnya antrean pasien untuk mendapat pelayanan khususnya pelayanan radioterapi. “ Saya harap pembangunan RS ini berjalan lancar sehingga pelayanan kepada masyarakat  bisa dilakukan secepatnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Pastika bersama pimpinan DPRD Provinsi Bali yang terdiri dari Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Ketua I I Nyoman Sugawa Korry, dan Wakil Ketua II I Gusti Bagus Alit Putra beserta beberapa anggota dewan, Nyoman Tirtawan,  I Nengah Tamba, I Wayan Adnyana dan juga Kepala SKPD terkait meninjau langsung proses pengerjaan rumah sakit milik pemprov Bali yang berlokasi di kawasan Sanur tersebut. (SB-humprov)

Comments

comments