Rilis Album Baru, Gus Teja Gandeng Seniman Taiwan

49

SULUH BALI, Gianyar – Agus Teja Sentosa (Gus Teja) adalah seorang Maestro Suling dari sebuah desa kecil dekat Ubud, Bali. Dia adalah anak bungsu dari empat bersaudara.

Orang tuanya bernama I Nyoman Kadjil dan Ni Wayan Darpini. Dia mulai bermain Suling sejak kecil ketika bersekolah di sekolah dasar, dan juga menghabiskan banyak waktu selama itu untuk belajar menabuh gamelan (alat musik tradisional Bali).

Seiring berjalannya waktu, keasyikannya dengan alat musik tiup memicu minatnya untuk mempelajari semua yang bisa ia dapatkan tentang alat musik tiup dari seluruh dunia. Selama bertahun-tahun, Gus Teja terus menantang dirinya sendiri, menciptakan instrumen baru untuk meningkatkan gairahnya akan Suling.

Gus Teja membuat alat musiknya sendiri mulai dari instrumen berbahan kayu sampai dengan Suling berbahan bambu. Dia senantiasa menyelaraskan musiknya, menggabungkan instrumen tradisional dan modern untuk menghasilkan paduan musik dengan ciri khasnya yang unik.

SUNDARA berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya INDAH. Dalam album ini Gus Teja mendefinisikan Sundara sebagai suara Suling yang indah yang membawa kedamaian dan ketenangan bagi jiwa.

Di album terbaru ini, Gus Teja memfokuskan perhatian pada suara Sulingnya yang menenangkan untuk menyebarkan perasaan sejuk, damai, terpesona, dan seimbang.

Ada 10 judul baru dalam album ini yang disusun dan di-aransemen oleh Gus Teja, diantaranya : Awan Putih, Sandikala, Danu Suci, Kidung Giri, Sundara, Journey, Janger, Nagaraja, Saraswati dan Langit Biru.

Di antara kesepuluh lagu yang ada dalam album ini, ada dua buah lagu yang diciptakan oleh Master Hwang Tzu Kwang dari Taiwan, beliau adalah seorang yang sangat mencintai kedamaian dan cinta kasih. Lagu tersebut berjudul Awan Putih dan Langit Biru.

Selain itu, salah satu yang unik dalam album ini adalah bahwa semua Suling yang ditampilkan di album Sundara ini, seluruhnya dibuat oleh Gus Teja sendiri. (SB-*)

Comments

comments