“Restorasi Maritim” Jawaban Atas Aksesibilitas Distribusi Barang Lintas Pulau

171

Pertemuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu bersama stackholder di Bali. |foto-ijo|

SULUHBALI.CO Mangupura – Presiden terpilih Joko Widodo berencana untuk mewujudkan Restorasi Maritim. Hal tersebut disambut positif banyak kalangan dan juga memasukkan hal tersebut dalam agenda kerja 5 tahun kedepan, selain itu program tersebut juga dapat mendukung apa yang menjadi canangan “Bali and Beyond”.

Dalam hal ini, “Restorasi Maritim” yang ditawarkan Presiden terpilih, Joko Widodo adalah konsep menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya dengan perkuatan pelabuhan. Selain dapat memperlancar proses perdagangan antar pulau di Indonesia, diharapkan Restorasi mampu berkontribusi nyata terhadap perkembangan sektor pariwisata nusantara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan pelaku pariwisata di Nusa Dua semalam sangat mengapresiasi program “Restorasi Maritim” yang dicanangkan Pemerintahan Jokowi.

“Saya sangat mendukung itu (Restorasi Maritim) permasalahan logistik tentang bagaimana kita menyambung transportsi di laut antara pulau yang efisien dan darat, itu diperlukan untuk memetakan logistik yang baik dan efisien. Oke, disini hub, disini hub tapi jangan semua dijadikan hub, nanti malah tidak efisien jadinya,” ungkap Mari Elka, Jum’at (26/09/2014)

Mari Elka mengatakan Restorasi Maritim merupakan sudah menjadi permasalahan dari dulu bagaimana sebuah kapal berjalan dengan keadaan penuh, kembali dengan keadaan kosong.

Sebagai mantan Menteri Perdagangan ia menilai, “Restorasi Maritim” menjadi jawaban atas permasalahan aksesibilitas distribusi barang lintas Pulau yang terjadi selama ini. Sedangkan untuk sektor pariwisata, dikatakan dengan terwujudnya akses dan koneksi yang baik, tentu akan berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata termasuk program Bali and Beyond. (SB-ijo)

Comments

comments