Tersangka dan beberapa barang bukti. |foto-ijo|

 

SULUHBALI, Denpasar – Sembari meneteskan air mata Pria berinisial S (37) mengaku menyesal telah melakukan pencurian di beberapa lokasi di wilayah Kuta Selatan. Pria yang kesehariannya menjual nasi goreng di Pasar Nusa Dua melakukan aksi pencurian di 5 tempat dan pernah mendekam di Rutan Banyuwangi pada tahun 2006 karena kasus Pencurian Sepeda Motor dan tahun 2008 karena membobol konter hp.

“Pria ini (tersangka S) pernah dua kali mendekam di penjara di Jawa Timur karena kasus pencurian konter HP dan kasus pencurian sepeda motor. Sekarang yang ketiga kalinya baru nangis dan bilang menyesal,” kata Wakapolresta Denpasar, Nyoman Artana, Senin (16/02/2015)

Aksi lincah S di lima lokasi terungkap setelah menerima laporan dari salah seorang pegawai toko elektronik yang terkejut ketika membuka toko, suasana toko dalam keadaan berantakan. Namun ketika sedang bersih-bersih karyawan tersebut melihat atap toko jebol, setelah dicek ternyata sejumlah barang yang ada di toko tersebut hilang.

Bedasarkan olah TKP diketahui pelaku masuk kedalam toko tersebut dengan menjebol atap toko dan mengambil sejumlah barang. Modus tersebut merupakan modus yang sama dilakukan tersangka S saat beraksi di Banyuwangi.

“Modus yang dilakukan tersangka ini modus tertentu setelah kita lakukan analisa ternyata dibali belum pernah ada modus pencurian seperti itu. Kita mencoba di wilayah Banyuwangi Jawa Timur ada informasi dengan modus yang sama beberapa bulan lalu seorang mantan pelaku baru bebas dari hukuman penjara. Bedasarkan informasi tersebut bahwa orang tersebut berada ada di Bali. Kuat dugaan orang tersebut yang melakukan aksi di Bali,” paparnya.

Setelah melakukan penyelidikan di sekitar Nusa Dua, tim berhasil meringkus tersangka S di tempat tinggalnya di Jalan Jampirang Nusa Dua. Setelah dilakukan pengecekan petugas menemukan sebuah HP yang ternyata Hp tersebut merupakan barang hasil curian di salah satu Toko elektronik.

Dari tangan tersangka petugas berhasil menyita berbagai jenis rokok, HP, perlengkapan rumah tangga, elektronik dan tang yang digunakan tersangka saat beraksi berikut sepeda beat milik tersangka. Dalam aksinya tersangka dibantu rekannya yang bertugas mencari lokasi yang akan dijadikan sasaran, selanjutnya tersangka S yang melakukan pencurian.

Dihadapan petugas, tersangka S barang tersebut akan dijualnya di wilayah Jawa Timur dan beberapa unit Hp sudah berhasil dijualnya di Jawa Timur. “barang-barang ini saya akan jual di wilayah jawa timur, sebagian hp sudah saya jual. Saya hanya dapat 6,5 juta. Uangnya saya pakai makan jalan-jalan,” ujar tersangka S

Kini, tersangka harus kembali mendekam di jeruji penjara karena telah melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian di malam hari dengan acaman maksimal 9 tahun penjara. (SB-IJO)

Comments

comments