Rencana Moratorium UN | Pastika : Perlu Standar untuk Kualitas Pendidikan

59
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. (foto-rk)

SULUH BALI, Denpasar – Terkait rencana moratorium (penghentian sementara) Ujian Nasional (UN) 2017 oleh pemerintah, dan akan diserahkan ke kabupaten/kota dan provinsi, Mangku Pastika menyatakan mesti ada standar pendidikan yang jelas. Apalagi menghadapi persaingan di tingkat nasional dan global, termasuk ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi maupun dalam bursa kerja.

“Kita sih siap saja, kalau kebijakannys seperti itu. Hanya persoalannya bagaimana standarnya. Karena bagaimanapun aspek pendidikan ini kan dihitung standarnya. Bagaimana mereka nanti akan masuk ke perguruan tinggi, bagaimana mereka akan masuk ke bursa kerja. Bagaimanapun kan kualitas sekolah itu juga tidak sama. Jadi itu menurut saya yang harus dikaji dengan seksama. Bahwa UN itu dtiadakan tapi diserahkan kepada provinsi dan kabupaten sepanjang standar itu, kita tetap perlu ada standar,” ungkapnya ketika diminta penjelasannya oleh para wartawan di Kantor Gubernur Bali Niti Mandala, Renon, Senin (28/11).

“Karena tadi saya katakan bagaimana masuk perguruan tinggi yang mana yang boleh ikut, skolah mana yang boleh sekolah mana yang tidak. Apakah akreditasi kita skolah-skolah sudah berjalan juga bagaimana. Standar sekolah kan beda-beda itu sekarang ini. Kalu hanya sekolah yang menentukan. Itu saja, yang kita harapkan ada patokan yang jelas bagi sekolah-sekolah itu,” ia menambahkan.

Bila moratorium UN itu diberlakukan mulai 2017, menurutnya? “Mungkin agak repot. Karena anggaran 2017 kan sudah diketok. Itu kan perlu anggaran tersendiri. Selama ini kita hanya menganggarkan untuk simulasi, bukan untuk Ujian Nasional. Harus dihitung kembali. Jadi aspek anggaran agak sulit juga itu. Makanya saya katakan tadi standarnya bagaimana ? Apakah diserahkan ke provinsi. Seperti apa penyerahan itu. Kan begitu ya? Biar kita jelas. Apakah provinsi yang menyelenggarakan ujian itu. Atau bagaimana? Kalau begitu tentu saja harus ada, kita harus mengkaji dulu. Supaya tidak asal-asalan. Kita kan ingin kualitas pendidikan kita baik. Apalagi persaingan jaman sekarang. Bagamana merek bersaing di tingkat nasional maupun tingkat global. Perlu kita pikirkan,” pungkasnya. (SB-Rk)

Comments

comments