Dewa Ayu Niang saat menjual Rempeyeknya (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Badung – Lewat di depan pasar Desa Adat Mambal, Kamis sore (9/1), pandangan kami tertuju kepada seorang pedagang di tepi trotoar. Ia seorang nenek dengan tampilan khas wanita desa, sedang sibuk melayani pembeli sembari bergurau diselingi tawa dengan seorang pembeli yang juga ibu-ibu paruh baya. Nenek ini menjual rempeyek, makanan khas yang dibuat dengan bahan kacang. “Beli rempeyek nggih pak.?” sapa nenek ini menawarkan dengan ramah kepada kami yang sudah berdiri disampingnya.

Dewa Ayu Niang Yuniari, nama nenek asal Abiansemal ini. Saban sore ia membawa dagangannya ke pasar Desa Adat Mambal, “Rempeyek yang saya buat ini bahannya dari kacang merah dan ada juga dari kacang tanah,” ungkap Bu Dewa Ayu Niang. Rempeyek dibuat dari bahan kacang, tepung, dan bumbu, bahan-bahan tersebut diaduk, kemudian digoreng. Bu Dewa Ayu Niang mengaku rempeyek dagangannya itu adalah buatan sendiri. “Pagi saya membuatnya, sore saya bawa ke pasar sini untuk jualan,” nenek 7 orang anak yang ngaku sudah punya beberapa kumpi (cicit) ini mengisahkan hidup kesehariannya membuat rempeyek, kemudian dijual sendiri di pasar.

Makanan rempeyek buatan Bu Dewa Ayu Niang terasa enak, dan renyah. Tampilannya pun menarik dan bersih, tidak berminyak. Bumbu Bali sebagai bahan campurannya juga tidak terlalu pedas. Rempeyek ini disamping cocok dijadikan lauk, juga sangat pas bila dijadikan camilan di sore atau malam hari, pengganti gorengan pada umumnya seperti pisang goring atau tahu goreng.

Melihat tampilan rempeyek serta cara Bu Dewa Ayu Niang melayani pembeli, kamipun penasaran kemudian membeli. Ternyata harga rempeyek Dewa Ayu Niang ini tidak mahal. Dibandrol dengan harga Rp 1.000 per biji. Tapi rempeyek dengan bahan kacang merah dijual sedikit lebih mahal dari yang berbahan kacang tanah yakni Rp 1500 /biji. Bila lewat depan pasar Mambal, silahkan mencoba rempeyek buah tangan Dewa Ayu Niang ini.(SB-Raka).

Comments

comments