Remaja Harus Diberi Tahu Tentang Seks Sehat

1
426

Made Muliawan Arya “De Gadjah” (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Beberapa kasus penyebaran penyakit HIV/AIDS yang telah lama menjadi sorotan, kali ini dibahas lewat Obrolan Warung Rakyat, di Warung Tresni, Drupadi, Renon, Denpasar. Yang juga saat itu dihadiri Dr. Mangku Karmaya selaku Koordinator KPA Prov. Bali, beserta para Wartawan dan para Aktivis.

Pembahasan tentang seks yang aman juga dilontarkan oleh Made Muliawan Arya yang akrab disapa “De Gadjah”  yang turut hadir pada acara pembahasan mengenai HIV/AIDS di Warung Tresni, Drupadi, Renon. Kerjasama Obrolan Warung Rakyat (O-wr) dengan Humas Pemprov Bali.

De Gadjah yang juga Ketua Harian Pemuda Bali Bersatu (PBB) ini mengatakan anak-anak, khususnya yang sedang beranjak dewasa paling potensial terkena virus HIV. Ini dikarenakan rasa keingintahuan remaja yang tinggi dan rasa ingin mencoba sesuatu yang terbilang baru. Ini yang menyebabkan para remaja bisa terlibat seks bebas atau pergi ke tempat pelacuran.

“Karena itu remaja seumuran SMA/SMK  patut diberi pengetahuan dan penyuluhan mengenai bagaimana seks yang sehat,” kata kader partai Gerindra Denpasar ini.

Ia juga mengatakan, pembekalan tentang seks sejak dini sangat dibutuhkan. Apalagi seks bebas merupakan salah satu pemicu penyebaran HIV/AIDS yang sampai saat ini menunjukan angka yang cukup tinggi.

Pembekalan tentang pengetahuan seks yang aman di jaman sekarang dapat juga diberikan lewat penggunaan kondom yang benar, dan jika dibandingkan dengan di Luar Negeri, kondom disana itu bukan merupakan hal yang tabu, melainkan sebagai salah satu pembekalan pelajaran terhadap anak muda tentang seks yang aman dan sehat.

“Tak ada salahnya membekali kondom kepada anak remaja kita, kalau dia ingin bepergian dengan pasangannya. Jadi tak ada salahnya sedia payung sebelum hujan,” tegasnya.

Kampanye Kondom

Sementara itu wartawan Rofiqi Hasan  mengatakan hal senada mengenai kegunaan kondom sebenarnya, yakni kondom merupakan kampanye seks sehat agar semua orang terlindungi dari bahaya penyebaran HIV/AIDS lewat seks bebas.

Ia juga mengatakan seks bebas sekarang ini telah menjadi trend umum di bangsa Indonesia ini. Dan media juga terkadang keliru dalam mengagendakan kondom tersebut, “Seringnya kondom diartikan sebagai kampanye seks bebas oleh media padahal jika dicari sebenarnya kondom adalah kampanye seks sehat,” pungkasnya.

Rofiqi Hasan juga menyampaikan di balik keprihatinan terhadap pengaruh buruk seks bebas, disini kita juga harus menerima kenyataan bahwa seks itu bukan lagi standar moral, melainkan telah menjadi sesuatu yang sulit untuk dihindari.

“Nah sekarang kita hanya perlu fokus terhadap hal untuk penanggulangan HIV/AIDS tersebut, yang sampai saat ini hanya kondom yang bisa dipercaya” ujarnya. (SB-Lika)

Comments

comments

Comments are closed.