Mantra Kerta saat deklarasi (foto rka).

SULUH BALI, Denpasar  — Seorang relawan tim pemenangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dengan Ketut Sudikerta, Made Muliawan Arya mempertanyakan asal stiker paket Mantra-Kerta yang ditempel di mobil angkutan “online” di wilayah Denpasar, Badung dan sekitarnya.

“Saya juga menanyakan kepada paguyuban sejumlah kendaraan angkutan berjaringan (online) yang memasang stiker pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur (paket Mantra-Kerta),” kata Made Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gadjah di Denpasar, Rabu (17/1/2018).

De Gadjah mengatakan pihaknya sudah sempat bertemu dengan perwakilan paguyuban taksi lokal Bali, antara lain Celepuk Bali Driver, ASPABA, dan ALSTAR, di Plaza Renon Denpasar.

“Saya selaku relawan bahwa tidak ada instruksi dari pak Rai Mantra untuk menyebar atau menempel stiker paket Mantra-Kerta di badan mobil angkutan ‘online’. Sumber stiker dari mana juga tidak jelas dan masih kami telusuri,” ujarnya.

Bahkan, kata De Gadjah, pihaknya mendapat informasi jika ada kucuran dana hingga Rp750 juta untuk menempel stiker Mantra-Kerta di 1000 mobil atau taksi “online” di Bali.

“Hal tersebut yang perlu kami cari tahu, dari mana sumbernya stiker-stiker paket Mantra-Kerta? Jika saja informasi itu betul, pertanyaannya dari mana asal uangnya? KRB (Koalisi Rakyat Bali) yang mendukung Rai Mantra dan Sudikerta, tidak mempunyai uang sebanyak itu. Jadi secara logika, tidak mungkin stiker itu bersumber dari tim KRB atau dari paket Mantra-Kerta,” ujarnya.

De Gadjah (kiri) bersama relawan Mantra Kerta dari partai Demokrat Nova (foto wan).

De Gadjah mengaku perlu menyikapi hal tersebut karena di sini ada ketidakadilan dan kekhawatiran ada upaya adu-domba antarkomponen masyarakat, dalam hal ini antara sopir angkutan “online” dengan sopir lokal Bali yang bukan berjaringan.

“Ini bukan karena tim pemenangan paket Mantra-Kerta, tapi di sini ada ketidakadilan, rentan politik adu domba. Ini yang menjadi perhatian saya. Jangan adu domba atau benturkan masyarakat dalam proses pilkada,” ujarnya.

Dikatakan pemasangan stiker paket Mantra-Kerta oleh pihak yang tidak jelas, akan ditelusuri karena sudah mengarah pada upaya menyudutkan salah satu pasangan bakan calon gubernur dan wakil gubernur.

“Saya tahu betul sikap Pak Rai Mantra soal angkutan taksi ‘online’ di Bali, beliau ingin semuanya sesuai aturan yang berlaku, bukan persoalan dukung atau tidak, tapi agar semua sesuai aturan pemerintah yang berlaku, dalam hal ini aturan yang mengatur soal usaha angkutan umum. Jadi isu soal stiker ini saya pastikan tidak benar,” ucapnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Celepuk Bali Driver (CBD) Sila Kaka mengatakan pihaknya sempat mempertanyakan soal peredaran stiker paket Mantra Kerta yang ditempel di badan taksi “online”.

“Celepuk Bali Driver punya 333 anggota, kami siap mendukung Rai Mantra jika sikapnya jelas terkait angkutan online ini. Tapi kami akan tak memilih (golput) jika sikapnya tidak jelas,” ujarnya.

Anggota CBD lainnya, Ngurah Sanding meminta agar nama paket Mantra-Kerta segera dibersihkan, jika memang tidak benar mengintruksikan pemasangan stiker tersebut di taksi “online”.

“Jika tidak benar itu instruksi resmi Mantra-Kerta, stiker tersebut agar dicabut, karena ini bisa menimbulkan kesalahpahaman warga masyarakat,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments