Rekonstruksi Tewasnya Tentara | Korban Dikeroyok Tanpa Ampun

1987
Salah satu adegan dari 25 adegan yang diperagakan para tersangka tewasnya Prada Yanuar (foto Dims)

SULUHBALI, Denpasar – Rekonstrusi tewasnya Anggota TNI Prada Yanuar Setiawan ditangan 6 remaja yang masih berstatus pelajar digelar, Kamis (13/7/2017) di halaman Mapoltabes Denpasar.

Sebanyak 25 adegan diperagakan oleh para tersangka yang dimulai tewasnya Prada Yanuar yang ditusuk DKDA (putra anggota DPRD Bali___red)  lalu dihajar oleh para pelaku secara bergantian dan dibiarkan terkapar di pinggir jalan. Sementara rekan korban Johari terkapar dengan rahang patah akibat dianiaya oleh para pelaku.

Adegan tersebut dimulai ketika rekan korban Johari, Tegar dan Isra melihat Prada Yanuar terkapar setelah ditikam oleh pelaku, juga tidak luput diserang para pelaku.

Tegar sempat dihadang oleh teman DKDA berinisial CI dan sempat memukul wajah Tegar. Kemudian, Tegar berusaha menyelamatkan diri dengan cara pergi meninggalkan lokasi.

Sementara itu, ditempat yang sama rekan korban lainnya Johari sempat terlibat perkelahian dengan rekan DKDA berinisial RV. RV mencekik leher Johari.

Johari yang berhasil melepaskan diri bergegas melarikan diri meninggalkan lokasi. RV dan CI yang tak puas pun mengejar Johari dengan menggunakan sepeda motor.

Disaat kedua pelaku sedang mengejar Johari, muncul rekan pelaku berinisial FA membonceng RK yang ikut mengejar Johari.

“Salah seorang pelaku berinisial RV sempat meneriaki Johari sebagai begal sehingga hal itu memicu teman-teman pelaku ikut mengejar dan menganiaya Johari,” Kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Aris Purwanto, Kamis (13/07/2017)

Aris menyebutkan, akibat penganiyaan tersebut Johari mengalami cidera kepala berat dan juga luka pada bagian rahang yang diakibatkan benda tumpul.

“Dari hasil pemeriksaan semua ikut memukuli korban, mungkin ini yang menyebabkan rahan korban patah. Dari hasil visum semua luka yang diderita korban akibatkan benda tumpul,” terangnya.

Aris mengaku sejauh ini dari hasil pemeriksaan belum ada penambahan tersangka baru dan kelima tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

“Sejauh ini, dari hasil pemeriksaan belum ada penambahan tersangka. Kelima tersangka ini kita jerat dengan pasal 170 KUHP,” tutupnya.  (SB-Dims)

Comments

comments