Rekonstruksi Mang Jangol Total 64 Adegan

268
Salah satu tersangka saat dibawa oleh polisi dalam rekonstruksi (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus kepemilikan narkoba dan senjata api (senpi) ilegal yan digelar di rumah pentolan anggota DPRD Bali dari partai Gerindra yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol di Jalan Pulau Batanta Nomor 70, Banjar Seblanga, Denpasar, pada Senin (11/22/2017).

Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol Arta Ariawan menjelaskan bahwa rekontruksi atau reka adegan ini dilakukan setelah sebelumnya pihak kepolisian memeriksa secara intensif salah satu pentolan ormas besar di Bali. Selain “Mang Jangol”, tak ketinggalan istri pertama “Mang Jangol” bernama Dewi Ratna dan kakaknya, Wayan Suandana alias Wayan Kembar‎ juga ikut digiring ke TKP untuk menjalani rekontruksi.

Saat rekonstruksi berlangsung, Polisi menghadirkan Kepala Desa setempat, kepala lingkungan, masyarakat, penasihat hukum dari beberapa tersangka, dan Jaksa Penuntut Umum. Totalnya ada 64 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Dalam rekon yang berlangsung selama dua setengah jam lebih tersebut hanya sekitar kepemilikan, penguasaan, peran masing masing tersangka, dan unsur pasal. “Total ada 64 adegan. Hanya sekitar kepemilikan, penguasaan, sabu, dan unsur pasal”, Ujar Kasat Narkoba Denpasar usai rekonstruksi.

Polresta Denpasar hanya membawa 8 dari 9 tersangka ke TKP dengan menggunakan mobil khusus dan dikawal oleh pasukan bersenjata lengkap. Dari pengakuan polisi, tida ada kendala saat rekonstruksi berlangsung. Artinya, masing-masing tersangka menjalankan peran sesuai dengan keterangan saat diperiksa ole penyidik. Berdasarkan pantauan suluhbali.co, rekonstruksi dimulai pada pukul 09.30 WITA hingga pukul 13.00.

Seperti yang diberitakan suluhbali.co sebelumnya bahwa pada 4 November 2017, rumah mewah Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bali dari fraksi Gerinda yang berlokasi di Jalan Pulau Batanta Nomor 70 Denpasar itu digrebek Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar. Dari rumah pentolan salah satu ormas besar di Bali itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan paket sabu siap edar dan senjata api ilegal.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa bong, korek api, plastik klip, uang tunai belasan juta rupiah. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan satu unit airsoft gun beserta dua peluru tajam. Polisi juga mendapatkan catatan rekapitulasi penjualan sabu-sabu.

Pasca digrebek, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Setelah itu, Mang Jangol akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Denpasar. Penetapan itu berkaitan kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu dan kepemilikan senjata api ilegal serta senjata tajam.

Penggerebekan rumah Mang Jangol merupakan pengembangan dari penangkapan sehari sebelumnya oleh Polresta Denpasar terhadap seorang pria bernama Gede Juli Antara (21) yang kedapatan memiliki satu paket sabu yang didapat dari seseorang bernama Dandi yang beralamat di rumah Mang Jangol.

Dari keterangan tersebut, kemudian polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah Mang Jangol. Namun, saat digrebek polisi “Mang Jangol” berhasil kabur sehingga ia ditetapkan sebagai DPO atau buronan bandar sabu. Dan sekitar 9 hari menjadi buronan dan dalam pengejaran tim gabungan Polda Bali akhirnya berhasil menangkapnya.

Ia ditangkap polisi saat tertidur lelap di kandang sapi di rumah ibu kandungnya di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar. Sebelum Mang Jangol berhasil ditangkap, polisi lebih dahulu menangkap Dewi Ratna yang merupakan istri pertama dari Jro Gede Komang Swastika. (Sb-Rio)

 

Comments

comments