Rekonstruksi | Arim Tidur Sekamar dengan Jasad Luh Tety

4740
Tersangka Arim (dua dari kiri, baju orange) memperagakan rekontruksi (foto-ist)

SULUHBALI, Denpasar –  I Komang Arim Sujana ternyata sempat tidur semalam dengan jasad Ni Luh Tety Ramuna yang dibunuhnya, karena terus ditagih uang jasa seksual.

Fakta tersebut terungkap saat Arim memperagakan sebanyak 58 adegan dalam rekonstruksi, Senin (1/8/2016). Dimana, pada adegan ke-25 pada saat tersangka menghabisi nyawa korban pada tengah malam, lalu tersangka tidur sekamar bersama jazad korban.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana, menyebutkan rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Luh Tety perlu dilakukan untuk mencocokan keterangan tersangka saat di BAP oleh penyidik di Makopolsek dengan kejadian sesungguhnya di TKP.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan kurang lebih selama 2,5 jam itu, tersangka menjalankan 58 adegan yang dimulai dari tersangka meminta security untuk memanggil sopir taxi, hingga para saksi (sopir taxi dan security) mengantarnya mencari wanita penghibur di hotel di seputaran Ubung.

“Terungkap pula, bahwa tersangka ‘memesan’ wanita penghibur dari Hotel tersebut dan selanjutnya deal harga jasa Rp 1.500.000 untuk selanjutnya melakukan hubungan badan di Hotel Diana, Jalan Pidada, Ubung, Denpasar Utara. Ini bagian dari SOP kita. Ya, tentunya rekonstruksi ini untuk mencocokan kembali perihal keterangannya (pelaku) dan kejadian sesungguhnya di TKP,” katanya.

Wisnu menambahkan, total ada sekitar 66 adegan yang harus tersangka peragakan. Namun, di lokasi terjadi penambahan maupun pengurangan adegan. Selain itu, beberapa penambahan adegan untuk memperjelas lebih detail tiap aksi yang dilakukan oleh tersangka.

“Totalnya ada sekitar 66 adegan, memang ada beberapa yang dicoret dari daftar rekonstruksi. Tapi, adapula penambahan yang memang diharuskan untuk lebih mendetail setiap aksi yang dilakukan tersangka kepada korban,” ungkapnya.

Dari proses rangkaian rekonstruksi yang memasuki adegan ke 25, tersangka memperagakan cara membunuh korban. Mulai memeluk, memegang leher dan mencekik korban hingga terjatuh. Pada adegan ke-26, tersangka menendang kaki korban yang kebetulan masih di atas ranjang agar keseluruhannya berada dilantai.

Lalu, pada adegan ke-27, tersangka membekap korban menggunakan bantal hingga meregang nyawa. Aksi sadis tersangka itu, dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

“Kalau waktu dibunuh itukan saat baru datang (tiba di wisma dari Hotel Diana). Ya, sekitar 10 menitanlah, mulai dari merangkul, mencekik dan membekap. Baru setelah itu dia turun (ke Lantai I) dan membayar sewa kamar sebesar Rp 300.000 yang diambil dari uang didompet korban sebanyak Rp. 600.000,” beber Wisnu.

Uang dan barang berharga korban langsung diambil pelaku untuk membayar sewa Wisma serta sewa taxi menggunakan kalung. Nah, barulah setelah itu pelaku naik ke kamar dan tidur di dalam kamar nomor V dilantai II itu. Semalaman itu, tersangka tidur diranjang. Sementara korban terbujur tak bernyawa di lantai.

“Memang sempat suruh saksi untuk beli bodrex dan softdrink Sprite lewat security itu. Pas saat diminumnya untuk mengakhiri hidup, tersangka langsung membuangnya karena pahit. Makanya tidak jadi bunuh diri dan diam di kamar dalam keadaan pikiran kosong. Sebenarnya tersangka ini sempat hendak ke Kuta, namun niatnya urung pergi hingga keesokan harinya tersangka ditangkap oleh anggota kepolisian ” tuturnya.

Sebelumnya, seorang wanita yang diketahui bernama Ni Luh Titu Ramuna ditemukan tewas didalam kamar hotel Wisma Warta Puspita  di Jalan Pidada VI nomor 5 sekitar pukul 07.00 wita karena dibunuh oleh teman kencannya. Dugaannya, tersangka nekat menghabisi korban lantaran selisih kesepakatan tarif ‘jasa’ wanita itu. Namun, belakangan mengakui nekat membunuhnya lantaran tidak memiliki uang untuk membayarnya. (SB-Ijo)

baca juga : http://suluhbali.co/crime-story-maunya-ngesek-malah-membunuh/  http://suluhbali.co/cewek-panggilan-asal-bangli-dibunuh-karena-ingkar-janji-soal-tarif/

 

 

 

Comments

comments