Rebutan Lahan, Seorang Pemuda Dikroyok

41

2 Pelaku pengeroyokan yang diamankan di Polsek Kuta. |foto-ijo|

 

SULUHBALI.CO Mangupura – Aksi pengeroyokan terjadi di jalan Airport Ngurah rai Tuban , Sabtu (17/05/2014) yang dilakukan oleh 2 orang pelaku yakni Rifwan (35) dan Agus Jaya alias jumpo (30)  yang tinggal di Wilayah Tuban. Aksi pengeroyokan tersebut dipicu karena perebutan lahan check-in  untuk para TKI (Tenaga Kerja Indonesia).

Akibat pengeroyokan tersebut, Korban yang Bernama Aidin (44) asal bima ini mengalami  bengkak pada mata sebelah kiri sehingga mengakibatkan mata sulit untuk dibuka dan hidung bagian kiri mengeluarkan darah­­.

“Pelaku diringkus pada Senin (26/05/2014) lalu dilingkungan Tuban, atas laporan korban pada Sabtu (17/05/2014) lalu. Korban melapor saat malam kejadian itu juga sekitar pukul 21.00 Wita. Dan kami langsung melakukan penyelidikan,” Saat dikonfirmasi, atas seizin Kapolsek Kuta, Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu Wahyu ditemui di Polsek Kuta, Rabu (28/05/2014).

Kejadian tersebut berawal dari Sabtu (17/5), korban bersama saksi (I Gusti Ngurah Sudarma) sedang duduk di seputaran Jalan Airport Ngurah Rai. Pada saat itu pelapor memanggil pelaku (Jumpo) untuk mengajak berkelahi di TKP (Jalan Airport Ngurah Rai) dan akhirnya terjadilah pemukulan. Disaat aksi pemukulan yang dilakukan Jumpo, tiba-tiba datang Rifwan dan langsung memukul serta menyetut (menonjok) korban di bagian mata dan pinggang sebelah kanan menggunakan lutut kaki.

“Pada dasarnya pelapor (Korban) dan pelaku sudah ada masalah terkait rebutan mengurus chek-in untuk para TKI tersebut. “Atas kasus pengroyokan yang telah dilakukan 2 pelaku kepada korban tersebut, pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 ayat 1, dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara,” tuturnya, sambil menjelaskan, Pelaku murni memukul korban menggunakan tangan.

Sementara itu, saat dimintai keterangan salah satu pelaku, Jumpo mengatakan, dirinya merasa tersinggung dengan korban karena ditantang korban dan mengumpat dengan bahasa kasar yang dilakukan oleh korban. “Awalnya saya dibilang “cicing” oleh dia (korban) sehingga saya tersinggung dan mendatangi dia untuk berkelahi,” ucapnya, didampingi pelaku lainnya Rifwan.

Lanjut, sambung Rifwan, dirinya yang bekerja sebagai security di Bandara Ngurah Rai, Tuban mengaku hanya membantu saudaranya yang tak lain adalah Jumpo yang saat itu sedang berkelahi dengan korban. “Saya kakaknya Jumpo, saya lihat saudara saya berkelahi, Ya saya bantu. Sebenarnya masalahnya cuma sepele kok,” ujarnya rifwan.(SB-Ijo)

Comments

comments