Rayakan HUT, Arjaya Gelar Temu Wirasa

43

Made Arjaya saat meniup lilin ulang tahunnya. |foto-bon|

SULUHBALI.CO, Denpasar – Made Arjaya selaku Ketua Komisi I DPRD Bali yang saat ini juga bersaing memperebutkan kursi DPD RI dipusat menggelar acara temu wirasa bersama para pejabat, masyarakat beserta awak media dalam rangka bersamaan dengan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-42 dikediaman pribadinya di daerah Sanur, Denpasar, Kamis (3/4/2014).

Dalam sambutannya Made Arjaya juga menjelaskan mengenai kilas balik dirinya saat berpolitik. Ia mengatakan dalam berpolitik harus ada pertentangan, “Ini dalam artian harus berani menyampaikan dan berani melabrak pakem yang ada,” ujarnya.

Arjaya juga mengakui jika dirinya tidak pernah memiliki masalah dengan kawan politiknya. “Disini saya sampaikan secara pribadi kalau saya tidak pernah ada masalah, tetapi secara prinsip politik memang ada dan itu harus menjadi rahasia kita bersama karena prinsip saya dengan “udeng poleng” harus tetap mengatakan ini benar, ini salah, ini hitam dan ini putih,” ungkapnya.

Ia juga mengklarifikasi terkait dengan pencalonan dirinya ke DPD RI ini tidak ada unsur internal dan eksternalnya. Seperti yang diberitakan jika dirinya tengah dikeluarkan dari Partai PDIP, ataupun yang disebutkan bahwa dirinya melawan kebijakan partai tersebut serta banyak pula disebutkan bahwa Made Arjaya melawan arus.

“Saya pun sudah menjawab hal tersebut, kalau melawan arus sebesar apapun arus itu harus kita lawan kalau arus itu salah. Jadi ini merupakan pilihan dengan ideology masing-masing yang benar untuk kedepannya,” kata Arjaya.

“Dan untuk pencalonan diri saya ke DPD RI seperti yang saya sampaikan pada visi dan misi saya, nanti pertama yang saya perjuangkan adalah otsus dan kedua infrastruktur jika nanti di DPD RI. Kalau kita sudah memperjuangkan otsus itu sudah masuk pada unsur mempertahankan adat dan budaya, dan jika masuk pada infrastruktur itu adalah pemerataan ekonomi. Jadi yang kita inginkan di Bali adalah merata yang berkeadilan dan adil yang ada pemerataan,” Arjaya menambahkan.

Ia juga menganggap apapun yang terjadi diyakini sebagai persaingan politik. Dan Ia juga mengatakan dirinya memiliki 3 prinsip dasar berpolitik yakni berani, jujur, sederhana. “Menurut saya prinsip dasar politik hanya 3 yaitu berani karena jujur, jujur karena sederhana, kalau tidak sederhana pasti tidak jujur, begitu tidak jujur pasti tidak berani,” ujarnya.

Arjaya menegaskan kembali mengenai partai yang merupakan milik masyarakat bukan perseorangan. “Jadi dalam partai masyarakatlah yang harus diperjuangkan bukan pengurus partai yang harus mencekoki partai ini hanya untuk kepentingannya sendiri,” tegasnya.

Ia juga menambahkan menjadi seorang politisi harus jelas hitam putihnya, jangan sampai berada diranah abu-abu, jika membuat keputusan yang jelas ada digaris yang jelas, walaupun resikonya sangat besar. “Begitu terjun ke politik resiko tersebut saya alami betul dan pada saat itu saya juga sempat mengalami drop dan frustasi,” paparnya. (SB-Lik)

video-gustiar

Comments

comments