Ratusan Umat Hindu Melaksanakan “Pakelem” di Puncak Gunung Agung

31
Para pemedek ke puncak Gunung Agung melakukan upacara "Pakelem" (foto milik salah satu pemedek yang dibagikan pada BNPB)

SULUH BALI, Karangasem – Ratusan umat Hindu melaksanakan “Pakelem” atau ritual korban suci berbagai jenis binatang di puncak kawah Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali yang saat ini masih berstatus Siaga.

“Tujuan ritual ‘pakelem’ untuk memohon kerahayuan jagad (ketentraman) Pulau Bali. Selain itu juga kami memohon agar Gunung Agung tidak meletus seperti yang diperkirakan banyak pihak, sama dahsyatnya dengan letusan pada 1963,” kata Panglingsir Pura Pasar Agung, Jero Mangku Gede Umbara, Kamis (2/11/2017).

Ritual “Pakelem” dilaksanakan di dua tempat yakni di puncak Gunung Agung dan juga di Pantai Klotok. Umat Hindu mempercayai bahwa antara gunung dan laut memiliki satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Panglingsir menjelaskan bahwa ritual “Pakelem” mempersembahkan dua ekor kerbau yakni berwarna putih dan hitam, satu ekor kijang, itik, angsa, ayam dan pelengkap ritual banten lainnya.

Adapun umat Hindu yang ikut serta dalam ritual tersebut bukan hanya berasal dari wilayah sekitar lereng Gunung Agung saja, tetapi juga berasal dari Denpasar dan juga wilayah Pulau Dewata lainnya.

“Ritual murni untuk keselamatan jagad Bali dan bukan untuk tujuan lain. Kami memohon kepada Batara di Puncak Giri Tohlangkir (Gunung Agung) agar memberikan karunia keselamatan. Jika memang harus meletus semoga hanya letusan kecil saja,” terang dia.

Selain itu, pada ritual selanjutnya pada bulan purnama kelima, pihak pengempon (warga penyungsung) akan tetap melaksanakan ritual sebagaimana biasanya, meskipun daerah itu masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III.

“Kami tetap akan melaksanakan rangkaian ritual pada purnama kelima. Meskipun hanya dilaksanakan warga lokal saja utamanya para pemangku Pura Pasar Agung,” terangnya.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Gunung Agung di Karangasem, Bali masih berstatus siaga.

PVMBG mengimbau masyarakat tidak melaksanakan aktivitas di sekitar lereng Gunung Agung dengan radius berbahaya sekitar enam kilometer dan perluasan sektoral 7,5 kilometer dari puncak kawah. (SB-ant) 

Comments

comments