Ratusan Kepiting Manggrove Dilepas Liarkan di Tuban

78
Kepala BKIPM Kelas l Denpasar, Habrin Yake saat melepas ratusan ekor kepiting. (foto-Dims)

SULUH BALI, Mangupura – Balai Karantina Ikan Pengandalian Mutu (BKIPM) dan Keamanan hasil perikanan kelas l Denpasar, melepas sebanyak 160 ekor kepiting bakau dilepas liarkan di kawasan Ekowisata Wanasari Tuban, Kamis (06/04/2017).

Ratusan kepiting yang berasal dari Timika, Papua tersebut merupakan hasil tangkapan di Terminal Cargo Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (5/4/2017) lalu.

Dimana, ratusan kepiting tersebut dalam kondisi bertelur sehingga terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 16, tahun 1992 tentang Karangtina Hewan, ikan dan tumbuhan serta peraturan  Nomor 15 tentang Karantina Ikan.

“Selain melanggar undang-undang Nomer 16 tahun 1992, upaya ini juga melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/Permen-Kp/2016 tentang Larangan Penangkapan atau Pengeluaran Lobster (Panulirus SPP), Kepiting (Scylla SPP) dan Rajungan(Portunus SPP). Sehingga pelakunya akan kami tindak,” kata Kepala BKIPM Kelas l Denpasar, Habrin Yake.

Habrin mengaku hasil tangkapan tersebut dilepas liarkan di kawasan Manggrove Wanasari, Tuban agar dapat kembali ke habitat aslinya dan dapat berkembang biak.

“Kita sengaja melepas liarkan di Kawasan Manggrove Wanasari Tuban, agar bisa berkembang biak dan karena habitatnya memang di kawasan Manggrove,” terangnya.

Habrin menyebutkan ratusan kepiting hasil tangkapan tersebut senilai Nilai dari 160 ekor kepiting itu tadi sekitar Rp 8 hingga Rp 10 juta.

“Nilai dari 160 ekor kepiting itu tadi sekitar Rp 8 sampai Rp 10 juta. Memang tujuannya ke Bali untuk dikirim ke suplayer yang biasa masok ke restauran-restauran di Bali,” tambahnya. (SB-Dims)

Comments

comments