Rapat Konsultasi Nasional Partai Golkar, Novanto Sebut Jokowi Siap Maju Pilpres 2019

124
Partai Golkar menggelar rapat konsultasi nasional tingkat DPP dan DPD 1 seluruh Indonesia di Hotel Inda Grand Bali Beach. (foto-rio)

SULUH BALI, Denpasar – Partai Golkar menggelar rapat konsultasi nasional tingkat DPP dan DPD 1 seluruh Indonesia di Hotel Inda Grand Bali Beach, Sanur, Bali pada, Selasa (22/3) malam. Ada beberapa agenda yang dibahwa dalam rapat konsultasi nasional tersebut seperti penentuan Bakal Calon Gubernur Bali untuk tahun 2018 dari partai Golkar dan Calon penentuan Bakal Calon Presiden pada pilpres 2019.

Ketua Umum partai Golkar, Setia Novanti dalam arahannya menjelaskan bahwa saat ini ada begitu banyak konflik sosial dalam masyarakat. Baik itu konflik anatara ras, agama, dan golongan. Menurutnya, konflik sosial yang terjadi sangat berdampak pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, dapat mengubah pola prilaku masyarakat dalam menentukan pemilihan umum pada Pilpres 2019 mendatang.  “Dan hal ini dapat merusak bangsa. Dalam situasi ini, harapan partai golkar pada tahun 2019 pada pemilu serentak yakni pileg dan pilpres, berdampak pada koalisi. Prilaku pemilu akan berubah dan berarah pada partai politik pendukung,” ujarnya.

Novanto menjelaskan partai golkar akan melakukan evaluasi menuju pemilihan presiden pada 2019 nanti. Menurutnya,   golkar harus melakukan sejumlah konsolidasi agar menang dalam pertarungan Pileg dan Pilpres nantinya. “Caleg caleg golkar harus berperan aktif dimana tempat ia menang sebelumnya. Dalam sejumlah survey, golkar mencapai 16 persen. Golkar juga tetap mendukung pak Jokowi sebagai calon presiden pada tahun 2019 mendatang,” ujarnya.

 Novanto menuturkan sudah ada tiga partai yang berkoalisi dalam pilpres 2019 yakni PPP, PKB, dan PDIP. Sementara Grindra dan Demokrat belum menentuan arah koalisinya. “Apakah pak prabowo akan maju sendiri dan akan berkoalisi dengan siapa. Demokrat apakah mencalonkan sendiri dan berkoalisi dengan siapa? Tapi partai Golkar tetap mendukung pak Jokowi,” ujarnya.

Ia pun mendesak seluruh DPD agar terus melakukan sosialisasi dalam rangka persiapan pilpres. Pemilu 2019 berbeda dengan sebelummya. Karena PIlek dan Pilpres dilakukan secara serentak. Hal ini menurutnya. Sebagai strategi untuk menghindari pemerintahan yang terbelah akibat politik. Karena partai politik akan berkoalisi dengan partai partai lain. Pemilu serentak akan mengubah prilaku pemili. Dalam pilpres serentak, partai Golkar mendahului mencalonkan capresnya.

Sementara itu, terkait dengan perkembangan partai golkar sendiri dalam Pilkada 2017, Golkar memperolah 58 persen kemenangan. Sekitar 78 persen kepala daerah di Indonesia berasal dari kader golkar. “Ini tidak terlepas dari kerja semua tim. Keberhasil ini diluar dari perkiraan internal golkar. Ini merupakan pencapai berkat konsolidasi dalam penjaringan calon yang menetapkan kebijakn politik tanpa mahar. Ini merupakan bukti sebagai akselerasi golkar. Partai golkar sekarang sudah mulai bangkit dan jaya dan siap merebut kemenangan,” ujar Novanto.

Sementara itu disisi lain, partai golkar telah berpendapat bahwa demokrasi adalah jalan yang tepat dalam kemakmuran bangsa. Disisi lain demokrasi dapat memajukan kamjuan bangsa. “Media masa juga corong demokrasi. Media sosial menjadi saluran demokrasi yang paling transparan. Maka demokrasi harus paralel dengan penegak hukum,” ujar Novanto.

Sebelum menutup pembicaraannya,  Novanto meminta kepada seluruh kader partai agar memberikan koreksi terhadap dirinya jika ada hal hal yang tidak sesuai dengan keinginan partai. “Saya minta kepada semua kader supaya jangan segan segan memberikan koreksi. Pak novanto tolong dong jang begitu tapi bgini,” ujar Novanto. (SB-rio)

Comments

comments