Rangkaian Proses Akreditasidi RSU Manuaba Lancar | Yayasan Keluarga Manuaba 2015 Bekerja Baik

1
290
Tim Survei Akreditasi dari KARS yang dipimpin dr. Mary Siti Maryam, MHA, PhD bersama pimpinan RSU Manuaba (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar – Rangkaian proses akreditasi Rumah Sakit Umum (RSU) Manuaba telah berlangsung lancar. Dalam proses terakhir berupa survey verifikasi kedua berlangsung tanggal 7 sd 8 September 2018. Survey pertama dilakukan setahun sebelumnya tanggal 30 sampai 31 Mei 2017.

Menurut Direktur  RSU Manuaba dr. I Made Suparthayasa, Selasa (11/9/2018)  proses dua survey tersebut merupakan kelanjutan dari tahapan akreditasi Rumah Sakit versi 2012 yang dilakukan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan ditandatangani oleh Dr.dr.Sutoto, M.Kes yang menetapkan RSU Manuaba Lulus dengan sertifikat Perdana, setelah dilakukan survei akreditasi tanggal 26 sampai 27 April 2016.  Kelulusan ini berlaku sampai 25 April 2019.

Sekarang menurut Supartayasa, RSU Manuaba fokus untuk persiapan akreditasi RS dengan SNARS  (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) Edisi Satu yang baru diberlakukan sejak 1 Januari 2018. Dan pada survey terakhir tersebut, sudah ada dilakukan pengecekan dokumen.

Direktur RSU Manuaba dr.dr. I Made Suparthayasa menyampaikan sambutan kepada tim KARS dr. Mary Siti Maryam, MHA, PhD dan pendiri RSU Manuaba Manuaba Prof. dr. I.B.G. Manuaba, Sp.OG(K).

Ditemui terpisah, putra pendiri RSU Manuaba Dr. dr. I.B.G. Fajar Manuaba, Sp.OG, MARS menjelaskan bahwa dalam sistem nasional rumah sakit, RSU Manuaba telah dinilai berjalan lancar sesuai standar nasional yang diberlakukan sesuai perintah perundang-undangan Rumah Sakit yang berlaku di Indonesia.  “Jadi sama sekali tidak terpengaruh dengan munculnya kepemimpinan abal-abal pada Yayasan Keluarga Manuaba dengan akta perubahan nomor 02 tertanggal 08 Pebruari 2017.”

Ditambahkan dokter Fajar, bahwa Yayasan Keluarga Manuaba dengan akta nomor 02 pada tanggal 05 Maret 2015, dimana dirinya berada sebagai Ketua Pembina Yayasan, masih bekerja dengan baik. Terbukti dengan diakuinya sistem operasional RSU Manuaba dibawah kepemimpinan dr. I Made Suparthayasa yang telah mepresentasikan dihadapan tim survey akreditasi KARS yang dipimpin :dr. Mary Siti Maryam, MHA, PhD, tanggal 7 sd 8 September 2018.

Hal hal yang menjadi perhatian dalam survey akreditasi tersebut  bertujuan untuk memantau pelaksanaan perencanaan perbaikan strategis sebagai tindak lanjut rekomendasi survei pada survei akreditasi yang lalu dengan menggunakan Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012.

Dan melakukan evaluasi self assessment dan kesiapan terhadap pemenuhan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNAR) Edisi I seperti 1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien 2. Tata Kelola Rumah Sakit 3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan, 4. Manajemen Informasi dan Rekam Medis 5. Program Nasional.

Fakta lainnya, menurut Dokter Fajar dari survei akreditasi membuktikan bahwa dr. I Made Suparthayasa memiliki kredibilitas nasional sebagai Direktur RS Manuaba. Sementara direktur RSU Manuaba yang diangkat oleh Ketua Yayasan I.B. Udayana melalui akta perubahan Yayasan Keluarga Manuaba nomor 02 tanggal 08 Pebruari 2017 tidak aktif, “Sejak diangkat, sampai hari ini tidak pernah ngantor apalagi mau memimpin akreditasi.”

Kata Dokter Fajar, Yayasan Keluarga Manuaba yang dipimpin oleh I.B. Udayana telah mencantumkan nomor badan hukum palsu seperti yang terungkap di media massa. “Sehingga direktur RSU Manuaba yang tetap eksis adalah dr. I Made Suparthayasa yang bertugas sejak 1 Januari 2017 dan diangkat melalui YKM dengan akta 02 tanggal 5 Maret 2015 dan telah juga direstui pendiri RSU Manuaba Prof. dr. I.B.G. Manuaba, Sp.OG(K).  (wan)

Comments

comments

1 COMMENT