Rancangan Anggaran Mesti Profesional

53

Pastika saat menerima cindera mata dari ketua tim Banggar.

SULUHBALI.CO, Denpasar – Kunjungan kerja dari Tim Badan Anggaran DPR RI ke Pulau Dewata Bali dalam rangka menghimpun masukan, saran serta kebijakan pengalokasian dan dana transfer ke daerah serta pembangunan infrastruktur daerah disambut baik oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Rabu (26/2).

Dalam sambutannya Pastika menyampaikan pengendalian realisasi anggaran bukan semata berupa kepatutan melakukan pelaporan tetapi kesadaran akan pentingnya manajemen pengeluaran anggaran yang lebih baik dan professional, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan tepat waktu.

“Pengelolaan anggaran yang terbuka dapat menghindari terjadinya konflik ditengah masyarakat, transparansi membuka ruang dimasyarakat untuk mengetahui pelaksanaan anggaran sehingga masyarakat dapat melakukan pemantauan, evaluasi, dan memberikan tanggapan atas informasi laporan penyelenggaraan pemerintah daerah,” ujar Pastika.

Ia juga menjelaskan bahwa APBN dan APBD  adalah merupakan salah satu stimulant untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi baik ditingkat regional maupun nasional. Pertumbuhan ekonomi suatu Negara akan sangat tergantung pada adanya investasi, konsumsi dan pengeluaran pemerintah.

“Diawal tahun ini investasi dan konsumsi belum berjalan sebagaimana yang kita harapkan, harapan kita tinggal pada pengeluaran pemerintah. Jika pengeluaran pemerintah ini terhambat maka target pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami hambatan, sehingga target-target dalam mengatasi pengangguran dan pengentasan kemiskinan tidak akan mampu kita realisasikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan dana transfer atau dana perimbangan ke daerah sangatlah penting ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan di daerah. Ketepatan waktu pendistribusian dana perimbangan sangatlah mutlak agar program yang dilaksanakan tidak terlambat.

“Karena pelaksanaan APBN dan APBD harus dilakukan tepat waktu agar seluruh kegiatan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan perencanaan,” tambahnya.

Pastika menjelaskan Provinsi Bali tahun  anggaran 2014 memperoleh dana APBN secara keseluruhan sebanyak Rp. 7,67 Triliun, dimana yang terdiri dari Dekonsentrasi 2,03 %, Sektoral 94,13% yang merupakan paling besar untuk membiayai instansi pemerintah pusat yang ada di daerah, Tugas Pembantuan 2,67 %, Urusan Bersama 0,9%.

“Dibandingkan dengan dana APBN yang diterima tahun 2013 sebesar RP. 7,36 Triliun, maka dana yang bersumber dari APBN tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 3,94 %,” Ia menambahkan.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa, dalam rangka mendorong percepatan pembangunan pemerintah Provinsi Bali telah memprogramkan beberapa kegiatan strategis seperti pengembangan jalan Tol Kuta-Tanah Lot-Soka-Seririt, Tol Bringkit-Purnama, Tol Soka-Gilimanuk, Jalan Lingkar Nusa Penida, rencana Kereta Api Monorel, Pengembangan Bandara Bali Utara, Peningkatan Infrastruktur Pelauhan, Pengembangan pembangkit listrik ramah lingkungan.

“Pelaksanaan program tersebut tentunya tidak sepenuhnya dapat kami lakukan tanpa support dana dari pemerintah pusat,” katanya. (SB-Lik)

Comments

comments