Rama Awatara: Diasingkan ke Hutan, Mengakhiri Hidup Rahwana

127

SULUH BALI, DenpasarKisah Ramayana merupakan wiracarita yang medunia yang tidak lekang oleh waktu. Ramayana terdiri atas tujuh bagian cerita yang dikenal dengan nama kanda yang masing-masing berkisah tentang perjalanan hidup Rama.

Tersebutlah di kerajaan bernama Ayodya hidup seorang maharaja Dasaratha yang memiliki tiga permaisuri, Kosalya, Kekayi dan Sumitra. permaisuri Kosalya melahirkan Rama, permaisuri Kekayi melahirkan Bharata dan permaisuri Sumitra melahirkan Laksamana dan Satrugnha.

Saat keempat putra-putra Dasaratha telah dewasa, serta Rama telah menikah dengan Sita muncul sebuah prahara di kerajaan itu. Dasaratha yang memasuki masa tua dilanda kebingungan untuk meneruskan tampuh kekuasaanya.

Rama sebagai anak pertama dari empat adik-adiknya berkesempatan untuk mengantikanya sebagai raja Ayodya. Kenyataan ini sulit diterima Kekayi yang sebelumnya telah diberi harapan agar anaknya kelak, Bharata yang akan meneruskan tahta Ayodya.

Dasaratha tidak bisa menahan rasa kesedihan tatkla anaknya, Rama tidak bisa ia jadikan penerus kerjaan. Ia terikat oleh sumpah dan janji kepada Kekayi sebagai seorang raja yang pantang untuk mengingkari sebuah janji.

Ahirnya, dengan berat hati Dasaratha menyerahkan kerajaan kepada Baratha. Rama tidak merasa kecewa atas keputusan itu. Ia tidak menuntut untuk menjadi penerus kerajaan Ayodya dan memilih untuk mengasingkan diri ke hutan.

Laksamana, saudara yang paling dekat dengan Rama tidak terima atas perlakuan terhadap kakaknya. Ia meminta Baratha menyerahkan tahta kerajaan kepada Rama. Rama menyadarkan Laksamana dan menyerahkan sepenuhnya kerajaan ditangan Bharata.

Tiba saatnya Rama menuju ke hutan dan berpamitan kepada Baharata dan Satrugnha yang ia perintahkan untuk menjaga tahta Ayodya. Diikuti oleh sang istri dan Laksamana yang sebelumnya memiliki janji untuk selalu menemani Rama.

Dikisahkan dalam pertapaannya di tengah hutan yang dihadapkan oleh berbagai rintangan dan cobaan. Seorang raksasa bernama Rahwana dari Alengka telah tergoda dan berusaha menculik Sita. Meskipun Sita terlindungi namun ia melakukan kesalahan keluar dari lingkaran perlindungan hingga ahirnya berhasil diculik Rahwana.

Keadaan atas terculiknya Sita oleh Rahwana membuat Rama dan Laksamana berkeliling hutan untuk mencarinya. Tiba di kerajaan Kiskinda, Rama membantu Sugriwa yang kerajaannya telah diambil alih oleh kakanya, Subali. Subali berhasil dikalahkan dan kerjaan Kiskindha kembali ditangan Sugriwa.

Mengingat jasa Rama yang telah membantunya, Sugriwa merencanakan membantu penyerangan terhadap kerajaan Rahwana yang berada di Alengka. Pasukan kera atas perintah Sugriwa membangun jembatan batu menghubungkan ke Alengka beranama Setubanda. Kemudian, diutus Sang Anoman, kera putih sakti untuk menyelinap di kerajaan Alengka. Disana Anoman membawa cincin dan menyerahkan kepada Sita dan berhasil dikenali sebagai utusan Rama.

Seusai menyerahkan cincin, anoman meloncat-loncat yang diekornya berisi api sehingga menghanguskan bangunan-bangunan Alengka. Semua prajurit Alengka tidak mampu menangkap gerak Anoman hingga berhasil meloloskan diri.

Dipihak Rama dan pasukan Sugriwa siap-siap menyerang Alengka. Pihak Rahwana Wibisana memilih untuk bergabung dengan Rama dewa sehingga langsung diusir dari Alengka. Ahir pertarungan yang dahsyat, meskipun sulit ditaklukan ahirnya Rahwana tewas dengan panah sakti Rama. (SB-Skb)

Comments

comments