Puncak Karya Betara Turun Kabeh di Besakih | Pastika Ingatkan Masyarakat Untuk selalu Bersyukur

367
Made Mangku Pastika bersama Wiryatama saat menghadiri Puncak Karya Betara Turun Kabeh di Besakih. |foto-humprov|

SULUH BALI, Karangasem – Prosesi upacara Betara Turun Kabeh yang jatuh setiap tahunnya pada Purnama Kedasa di Pura luhur Besakih merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang widhi wasa atas segala berkah keselamatan, kesehatan dan kemakmuran yang telah dillimpahkan sekaligus momentum memohon berkah Ida sang Hyang widhi Wasa keselamatan, kesehatan serta kemakmuran tidak hanya bagi Krama Hindu tetapi juga pada  masyarakat Bali, Rakyat Indonesia bahkan seluruh makhluk di dunia.

Demikian disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dalam wawancaranya dengan awak media seusai melakukan persembahyangan bersama ribuan umat sedharma  dalam Puncak karya Betara Turun Kabeh di penataran Pura Luhur ,Besakih,   Rabu (23/3). Gubernur

Pastika juga berharap  seluruh umat Hindu dapat datang menghaturkan sembah ke pura Besakih dalam rentang waktu penyineban sampai 13 April mendatang.  “Semoga krama bisa memanfaatkan waktu pedek tangkil ke pura Besakih untuk menyampaikan rasa syukur dan bakti kita.

Dengan doa yang disampaikan krama,  semoga kedepannya Bali akan maju, aman , damai, sejahtera sehingga Bali yang Mandara akan dapat terwujud,” ujarnya yang hadir didampingi ibu Ayu Pastika beserta Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Upacara Betara Turun Kabeh kali ini secara keseluruhan di puput oleh 32 sulinggih yang tersebar di beberapa lokasi upacara. Menurut Bendesa Adat Besakih yang sekaligus sebagai Ketua panitia  Betara Turun Kabeh Pura Besakih 2016  I Wayan Gunatra, piodalan di Pura Besakih akan berlangsung selama 21 hari dari pelaksanaan puncak karya.Upacara penyineban sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 13 April.

Prosesi puncak kali ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali,  Wakil Bupati Karangasem, Bupati Klungkung, MUDP Provinsi Bali , PHDI,  Penglisir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra , serta perwakilan Bupati/walikota se Bali.

Prosesi juga diisi dengan pementasan  tarian sakral seperti Rejang Dewa, Baris Gede, topeng Sidakarya, wayang Gedog dan tari Gambuh.

Usai mengikuti prosesi di Pura Besakih,   Gubernur Pastika beserta rombongan  menuju Pura Batur di Kabupaten Bangli untuk melakukan persembahyangan bersama dalam rangkaian upacara Betara Turun Kabeh di pura tersebut. (SB-humprov)

Comments

comments