ilustrasi

SULUHBALI.CO, Denpasar – Ada data menarik terungkap, krama Bali yang kini banyak bekerja di luar negeri terutama di kapal pesiar dan lainnya ada juga yang bekerja di hotel maupun SPA. Saat ini mereka jumlahnya tidak kurang 12 ribu tenaga kerja asal Bali bekerja di luar negeri. Mereka sebagian besar di Negara seperti Amerika Serikat dan Eropa. Yang lain bekerja di beberapa Negara ASEAN, seperti di Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam dan sebagaian kecil Philipina.

Data di BRI setiap bulan jumlah remiten yang terkirim sekitar Rp 2,5 milyar untuk rata-rata 1200 orang pengirim. Dalam satu tahun remiten yang terkirim diperkirakan mencapai Rp 30 milyar, hanya dari 1200 pekerja, belum termasuk remiten yang mereka bawa langsung. Apabila 80 persen dari remiten tersebut dibelanjakan kembali, maka efek multiplier peningkatan pendapatan yang terjadi di daerah Bali, hanya dari remiten 30 milyar adalah Rp 150 milyar dalam setahun.

DR. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE., MSi (foto-raka)
DR. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE., MSi (foto-raka)

Data tersebut diungkapkan DR. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE., MSi, saat diadakan Sarasehan Jum’at (6/12/2013). di Gedung Wiswa Sabha, Renon. Lebih lanjut Dosen FE Unud ini mengungkapkan, semakin banyaknya kesempatan kerja luar negeri (khususnya kapal pesiar) yang dapat ditempati tenaga kerja warga Bali ini, menunjukkan daya saing tenaga kerja ini relative tinggi. Apalagi sebagaian besar pendidikan mereka Diploma dan SMU dan disertai dengan berbagai pelatihan ketrampilan.

Menurutnya keberhasilan sumber daya karma Bali dalam menangkap peluang kerja internasional tersebut, tidak lepas dari budaya dan karakter masyarakat Bali. Selain ketrampilan, berbagai kelebihan sumber daya krama Bali yang terkenal di dunia justru karena budaya dan karakternya, seperti kejujuran, keramahtamahan serta mau bekerja keras. Peluang yang menjanjikan tersebut, menyebabkan banyak anak-anak muda Bali kini lebih tertarik memilih bekerja di luar negeri, terutama di kapal pesiar. Beberapa sekolah, agen-agen, maupun pelatihan banyak dibuka untuk memfasilitasi keinginan mereka. (SB. Raka Wirawan)

Comments

comments