Pujawali di Pura Desa Adat Pakraman Buleleng

430

SULUHBALI.CO, Singaraja — Pada hari Kamis (22/05) Manis Galungan ~~ Wraspati Umanis Dungulan merupakan puncak Upacara Pujawali di Pura Desa Adat Pakraman Buleleng, Singaraja, Bali.

Rangkaian pujawali diawali dengan pecaruan dipimpin Jro Mangku Kahyangan Tiga disaksikan krama Tridatu, pengurus desa dan warga adat desa adat pakarman Buleleng. Pujawali yang diikuti oleh dua orang Pandita di wilayah setempat berlangsung lancar.

Pada puncak upacara, Kamis ini, upacara diawali dengan menurunkan pratima dari gedong simpen.

Usai mekala hias rangkaian upacara dilanjutkan dengan nganteb banten piodalan. Sebelum nunas tirta warga mendengarkan dharma wacana dari dua orang Pandita dengan topik naur pelebuh.

Sejak pagi para pemedek sudah datang secara bergelombang guna menghaturkan sujud kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa Adat Pakraman Buleleng.

Bupati Putu Agus Suradnyana selaku Murdaning Jaga Buleleng didampingi Nyonya Aries Suradnyana, Ketua PHDI Kabupaten Buleleng dan Kelian Desa Adat Pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna tampak tangkil ditengah-tengah pemedek yang melakukan sujud bakti pada Pujawali Pura Desa Adat Pakraman Buleleng, Kamis (22/05) petang.

Sementara bunyi tetabuhan gong wanita dari Banjar Adat Banjar Tegal mengiringi proses upacara Pujawali sejak sore. Upacara pujawali saat dihadiri bupati diawali dengan Tri Sandya dilanjutkan Pancakramaning Sembah dan nunas wangsuhpada Ida Betara. Setelah itu, Bupati Agus berbaur dengan para pemedek, sekaligus mengucapkan selama Hari Suci Galungan kepada setiap pemedek yang ditemui.

Kelian Desa Adat Pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, piodalan di Pura Kahyangan Tiga diawali di Pura Segara Buleleng, kemudian Pura Desa pada Umanis Galungan dan pada Umanis Kuningan nanti di Pura Dalem. (SB~TY).

Comments

comments

Comments are closed.