PT Standardpen Industries Ajak Anak Mengenal Budaya Indonesia

20
Suasana lomba mewarnai di gedung narigraha (foto-ist)

SULUH BALI, Denpasar – PT Standardpen Industries sebagai perusahaan yang memproduksi pastel oil Pascola mengajak anak-anak Bali untuk mengenal budaya Indonesia melalui lomba mewarnai tingkat nasional.

Lomba mewarnai ini diselenggarakan di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar. Mengambil tema ‘Ceria Warna Nusantara’, Standardpen mengangkat budaya Indonesia yang kaya warna, seperti Pascola, alat mewarnai yang ramah pada kulit anak.

Lomba mewarnai tingkat nasional ini akan diikuti hampir seribu anak usia TK (taman kanak-kanak) mulai dari April-Agustus di 16 kota dari 13 Provinsi, yakni Semarang, Malang, Bali, Tasikmalaya, Surabaya, Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Bandung, Lampung, Medan, Padang, Balikpapan, Samarinda, Makassar, dan Batam.

Marketing Manager PT Standardpen Industries, Niken D. Mahanani mengungkapkan Bila diibaratkan Indonesia adalah pelangi, fenomena alam yang tercipta dari perpaduan aneka rona. Warna itu jugalah yang menjadi dasar Lomba Mewarnai Nasional Pascola.

“Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian Standardpen terhadap budaya Indonesia yang kaya dengan warna seperti warna Pascola. Dengan lomba mewarnai ini kami ingin mengenalkan budaya, ikon Nusantara yang berbeda-beda dan berwarna,” ujarnya, Minggu (14/05/2017).

Menurutnya, mewarnai merupakan pendidikan dasar bagi anak dalam menambah wawasan sekaligus mengasah motorik anak untuk lebih kreatif.

Selain mengasah kreatifitas mewarnai juga dapat melatih konsentrasi anak untuk tetap fokus pada pekerjaan yang dilakukannya meskipun banyak aktivitas lain yang terjadi disekelilingnya. Dalam mewarnai, anak juga dilatih konsentrasinya agar tidak melewati garis yang membentuk objek yang diwarnai.

“Tujuan dari lomba ini agar anak-anak lebih kreatif lagi dalam berkarya, apalagi yang diwarnai adalah simbol-simbol budaya Indonesia. Sebagai perwakilan Indonesia, anak-anak akan mewarnai simbol-simbol dari tiga provinsi: Sumatera, Bali, dan Jawa. Dan pemenang dari setiap kota akan diajak berwisata bersama oran tuanya ke Pulau Dewata, Bali,” terangnya.

Shara Christanti, PR & Marketing Standardpen Industries, mengungkapkan dipilihnya Bali, karena di tempat para dewa ini anak-anak akan diajak berwisata sambil belajar budaya Bali.

“Seperti pada Pure di Tanah Lot, anak-anak belajar tentang budaya sekaligus alam Bali . Bisa juga belajar dari pakaian adat Bali, bunga di canang atau buah untuk banten. Saya percaya dari hal-hal sederhana ini anak-anak akan belajar tentang kebhinekaan. Demikian juga budaya pada setiap daerah diyakini ada kemiripan atau dikenal dengan paralel budaya,” ungkapnya.

Bali, bagi warga dunia masih dipandang sebagai tujuan wisata yang berbeda dari tempat lainnya di negara manapun. Terbukti pada pengunjung wisman hingga bulan Maret 2017 mengalami peningkatan yang signifikan. Setidaknya Bandara Ngurah Rai Bali masih menempati posisi teratas dengan jumlah wisman mencapai 1,33 juta atau tumbuh 23,61 persen. Indonesia menargetkan kunjungan wisman tahun ini mencapai 15 juta orang.

Masing-masing lomba di tiap kota diikuti sekitar 1.000an anak. Dari jumlah itu akan ada 16 pemenang utama dari 16 kota. Artinya, setiap kota akan diambil satu pemenang yang akan menikmati hadiah paket liburan keluarga ke Bali bersama dua pendamping, yaitu ayah dan ibu mereka. (Sb- Dims)

Comments

comments