PT Jimbaran Hijau Sukses Berkebun di Tanah Gersang

186
Memanen buah tomat yang sudah siap panen. |Foto-ijo|
SULUH BALI, Mangupura – Meskipun tanah di Wilayah Jimbaran terkenal gersang sehingga sulit untuk melakukan kegiatan berkebun. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi PT. Jimbaran Hijau yang sukses menghasilkan sayuran, seperti tomat, terong, kangkung, cabai dan buah pepaya hasilnya sangat bagus di kawasan perbukitan Jimbaran.
Direktur Perencanaan dan Desain PT Jimbaran Hijau Dedi Halim mengungkapkan, tanaman yang tumbuh di kawasan tandus, buahnya memang sedikit berbeda dengan di daerah pertanian yakni buah tomat misalnya, kulitnya lebih tebal, namun rasanya jauh lebih manis dibanding dengan tanaman di lahan pertanian subur.
“Boleh dikatakan proyek percontohan untuk kawasan bukit Jimbaran yang gersang untuk melakukan penanaman sayuran, dan hasilnya mampu tumbuh dan berbuah dengan sangat baik. Hanya menggunakan tanah subur yang dicampur pupuk kompos (organik), tanaman dengan media tanah diatas kapur itu ternyata bisa tumbuh subur,” ungkapnya, Rabu (31/08/2016)
Penanaman tersebut sebagai inisiatif pihak perusahaan yang peduli dengan lingkungan dan menggalakan penanaman sayuran dengan pupuk kompos (organik). Sehingga kegiatan pernghijauan di kawasan Jimbaran Hijau bisa juga dikatakan sebagai pelopor bagi masyarakat setempat, sehingga tertarik dengan cara yang dilakukan oleh perusahaan.
“Cara berkebun tersebut akan terus dikembangkan, sehingga suatu saat akan lebih banyak hasilnya dan mampu menjadi penyuplai kebutuhan warga masyarakat. Tanaman yang tumbuh di kawasan tandus, buahnya memang sedikit berbeda dengan di daerah pertanian lainnya. Seperti buah tomat misalnya, kulitnya lebih tebal, namun rasanya jauh lebih manis dibanding dengan tanaman di lahan pertanian subur,” jelasnya
Sementara, tokoh masyarakat Jimbaran Wayan Sukamta menyambut baik gerakan yang dilakukan PT. Jimbaran Hijau sehingga masyarakat mau bercocok tanam sehingga nantinya akan menjadi pelopor peduli lingkungan.
“Saya mendukung kegiatan berkebun oleh Jimbaran Hijau. bahkan pihak perusahaan ini sudah mengajak anak-anak SD untuk berkerja sama cara berkebun tersebut. Mereka juga diajak panen, seperti yang dilakukan beberapa bulan lalu,” ucapnya.
Menurut Sukamta, semua ini bertujuan memberikan edukasi sehingga anak-anak SD ini dirumahnya menjadi contoh gemar berkebun, namun dengan median terbatas, seperti di pot, tapi yang dihasilkan cukup baik.
“Dengan demikian, nantinya akan menjadi pelopor peduli lingkungan dan gemar berkebun mulai sejak dini. Ya, ke depannya berharap mereka juga mencintai pertanian, karena sektor pertanian adalah sangat penting dalam kehidupan, sebab apa yang kita konsumsi semuanya dari hasil pertanian,” katanya. (SB-Ijo)

Comments

comments