Provinsi Bali Ambil Ancang-Ancang Jadi Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024

17

SULUH BALI, Denpasar – Tidak berhasil melewati proses bidding Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, tidak menyurutkan niat Provinsi Bali agar bisa menjadi penyelenggara even olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Pada PON berikutnya yakni yang akan digelar tahun 2024, Bali harus menjadi tuan rumah. Untuk itu menyongsong PON 2024, Provinsi Bali pun kembali mendaftar proses bidding. Segala persiapan dan perencanaan pun patut disusun mulai saat ini, agar Provinsi Bali bisa melewati bidding dan berhasil terpilih sebagai tuan rumah PON XXI. Demikian harapan yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima rombongan Pengurus KONI Bali di ruang kerjanya, Kamis (30/11).

“Jika kita sudah mendaftar ini sudah harus diumumkan pada siapa saja yang terlibat agar bisa bersiap-siap, kita harus sudah susun kekuatan. Perencanaan harus dimulai sekarang, siapa dan berbuat apa, BUMN yang berada di Bali, BUMD, leading swasta seperti PHRI kita libatkan. Pembenahan pada pusat-pusat pelatihan pun sudah harus segera kita rencanakan, saya yakin Bali siap menjadi tuan rumah,” cetus Pastika.

Semua Kabupaten/Kota di Bali pun diharapkan ikut berperan dalam menyongsong proses bidding tersebut dengan ikut melakukan pembenahan di daerah masing-masing, sehingga kegiatan bisa di laksanakan dan dibagi secara merata di seluruh Kabupaten/Kota. “Inventarisir ulang semua aset olahraga di daerah, semua harus dioptimalkan sehingga kegiatan bisa merata di Kabupaten/Kota, tidak hanya terpusat di Denpasar. Karena satu daerah dengan daerah lainnya jaraknya kan sangat terjangkau, akomodasi lainnya pun sudah tersedia,”ujar Pastika seraya menyatakan KONI juga harus melaksanakan penjajagan dengan Provinsi NTB dan NTT (Bali Nusra), untuk ikut bersama-sama menjadi penyanding penyelenggara PON XXI.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, bahwa proses bidding PON XXI Tahun 2024 akan segera dimulai dan 4 Provinsi sudah dipastikan mendaftar untuk mengikuti proses bidding yakni Sumatera Utara, Aceh, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Jika Bali dipastikan mendaftar, menurutnya Provinsi NTB pun siap mendukung dan bergabung dengan Bali. Pada kesempatan itu, Ia pun melaporkan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi  (Musorprov) yan rencananya digelar tanggal 16 Desember 2017 di Singaraja dengan peserta sebanyak 200 orang. “Besar harapan kami agar Pak Gubernur bisa hadir memberikan support terhadap keberadaan olahraga di Bali,” ujar Suwandi. (SB-humprov)

Comments

comments