Program Pemberdayaan Akan Libatkan Kalangan Intelektual

Mangku Pastika saat memberikan sambutan dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-52 Universitas Udayana dan  Reuni Agung IKAYANA di Art Centre. |foto-hum|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan akan terus mendorong program pemberdayaan yang juga akan melibatkan seluruh kalangan intelektual, jajaran Universitas Udayana dan Perguruan Tinggi lainnya di Bali serta Alumni Universitas Udayana, untuk menjadi yang terdepan dalam membangun Bali.

“Saya memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk itu,” ungkapnya saat menghadiri dialog serangkaian Dies Natalis ke-52 Universitas Udayana dan  Reuni Agung IKAYANA di Art Center, Denpasar. Sabtu (27/9/2014).

Pastika berharap peran penting dan partisipasi ini terus ditingkatkan demi terciptanya manajemen pembangunan yang efektif.

“Saya juga memberikan apresiasi kepada Universitas Udayana dan IKAYANA atas prakarsanya menyelenggarakan dialog ini sebagai salah satu wujud komitmen untuk turut mensukseskan pembangunan daeran Bali,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa suksesnya pembangunan daerah, terwujudnya masyarakat Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara), sangat bergantung pada partisipasi seluruh komponen masyarakat Bali, termasuk kalangan intelektual. Upaya memantapkan implementasi program pembangunan sangat memerlukan pemikiran kalangan intelektual yang cerdas dan visioner.

“Saya senantiasa mengupayakan setiap program pembangunan, lahir dari buah pemikiran yang komprehensif para pakar atau akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan yang berkompeten lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Pastika mengatakan sangat berharap, para kaum intelektual akademisi tersebut dapat menjadi agen perubahan karena hidup ini harus mengikuti peruabahan, tidak bisa tidak berubah. “Merekalah yang harus menjelaskan mengapa kita harus berubah, kemana kita harus berubah supaya kita selamat, apalagi ditengah-tengah kemajuan teknologi seperti sekarang ini,” harapnya.

“Saya berharap mereka menjelaskan kepada masyarakat apa yang sedang terjadi di dunia ini, apa yang sedang terjadi di Indonesia, apa yang sedang terjadi di Bali, mau kemana perubahan kita ini. Jadi kita tidak tersesat, dan ada pencerahan, pengayaan, dan pemberdayaan kita untuk berubah Pastika menambahkan.  (SB-Lik)

Comments

comments