Pro-Kontra Reklamasi Teluk Benoa | Ini Pendapat Gubenur Pastika

4635
Gubernur Mangku Pastika (tengah) usai bicara di PB3AS di Denpasar (foto RK).

SULUHBALI, Denpasar –  Terkait reklamasi Teluk Benoa, Gubernur Made Mangku Pastika mengungkapkan, baik yang pro maupun yang kontra reklamasi, semua adalah rakyat Bali. Dan ia berpendapat semua juga berbicara tentang kecintaan mereka kepada Bali. “Terlalulah kalau ada orang Bali yang tidak cinta kepada Bali. Orang lain saja cinta kok kepada Bali, apalagi kita yang orang Bali. Jadi pasti semua cinta dan sayang kepada Bali,” ungkapnya ketika bicara di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Renon, Minggu (3/4/2016) pagi.

“Mau yang pihak sini, yang pihak sana saya yakin semua punya argumentasinya masing-masing. Tetapi seringkali kita punya kekhawatiran-kekhawatiran. Kenapa kita khawatir ? Biasanya orang yang khawatir itu orang yang berada di ruangan yang gelap. Dia tidak tahu sekelilingnya. Sehingga takut, orang yang berada di ruangan gelap ada tali pasti dibilang ada ular. Jadi memang perlu kita membuka dengan jiwa besar, membuka cakrawala berpikir kita,” ia menambahkan.

Tetapi menurutnya, bahwa diatas langit itu, selalu ada langit lagi. “Kita mengira kita pinter, ada lagi yang lebih pintar. Kita anggap dia pintar, ada lagi yang lebih pintar. Itulah sebabnya orang-orang tua kita ngajarin dengan lagu yang sederhana itu,’ yadin ririh enu liu pelajahin…eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin….dan seterusnya. Walaupun kita pintar, jangan berhenti belajar,” katanya mengingatkan, sambil menirukan tembang Bali tersebut.

Oleh karena itu, ia berharap agar semua bisa duduk bersama dengan pikiran jernih, bicara baik-baik. “Tetapi yang penting kita menghendaki pikiran yang jernih. Berbicaralah dengan sistematis, rasionable, penuh dengan alasan-alasan, kalau bisa agak ilmiah sedikit , tetapi dengan logika yang benar. Sehingga dengan demikian kita semua bisa tertarik, mengerti,” katanya di depan warga yang hadir di PB3AS itu.

“Kata Descarte, jangan menganggap sesuatu itu benar semua, sebelum ada orang lain lagi yang mengkoreksinya. Jadi bahwa masalah reklamasi, ada yang pro ada yang kontra masing-masing dengan rasioningnya menurut saya oke-oke saja. Kita harus bicara dulu dengan tuntas, sampai itu dikerjakan. Jangan dikerjakan dulu, kita belum bicara. Itu kurang baik. Karena Bali ini sangat berharga. Bali ini setiap jengkal tanah adalah suci. Saya percaya itu. Jangankan tanah, pohon kita anggap suci, batu, karang kita anggap suci. Semua, dan itulah keunikan Bali, itulah taksu Bali, itulah kekuatan Bali. Itu semua harus dijaga, semua ingin menjaga. Saya ingin menjaga, semua ingin menjaga,” ungkap mantan Kapolda Bali dan Kepala BNN ini. (SB-Rk).

 

Comments

comments