Prilaku Laki-laki Pengaruhi Penyebaran HIV AIDS

61

Prof. Dr. Mangku Karmaya (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar—Prof. Dr. Mangku Karmaya berpandangan bahwa dalam mengatasi HIV AIDS dan trend penularannya, yang terpenting adalah pengendalian prilaku laki-laki yang dianggapnya beresiko besar dalam penularan penyakit berbahaya ini.

Koordinator KPA Provinsi Bali Prof. Dr. Mangku Karmaya mengatakan, dalam hali ini keluarga memiliki peran yang sangat penting, seperti misalnya kurang keromatisan dalam satu hubungan keluarga yang akhirnya menyebabkan romatisme pindah kepada orang lain. “Dengan adanya trend lewat penularan seks beresiko, yang terpenting adalah pengendalian prilaku laki-laki,” katanya saat menghadiri obrolan rakyat di Warung Tresni, Drupadi, Renon, (13/12).

Sekarang ini banyak bermunculan adalah tempat-tempat hiburan malam “Cafe” yang dibutuhkan buat hiburan. Dr. Mangku mengatakan dari satu sisi memang menguntungkan bagi masyarakat setempat karena direkrutnya pecalang, satpam, dan tenaga kerja lainnya. Akan tetapi menurutnya, itu sangat berpengaruh terhadap penularan HIV AIDS. “Kalau bisa kita kendalikan prilaku laki-laki, kemungkinan kita bisa mengurangi penularan penyakit ini,” imbuhnya.

Menurut hemat Dokter lulusan Universitas Udayana ini, prilaku laki-laki yang Bengkung (bandel), belog ajum (sok-sokan), tidak mau tahu, sombong yang merasa dirinya sakti dengan HIV, dan malas memakai alat pengaman (kondom), merupakan salah satu permasalahan yang susah untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.

Tetapi disini Ia menjelaskan, apapun yang terjadi ini bukanlah semata-semata hanya tanggung jawab Pemerintah, melainkan semua komponen masyarakat guna mengendalikan penyebaran penyakit ini. Dan Ia menggaris bawahi, bahwa pentingnya dalam mengendalikan prilaku laki-laki itu tersebut,  “mereka yang senang pergi ketempat hiburan malam dan melakukan seks beresiko, itu merupakan target kita,” tegasnya.

Ditanya mengenai permasalahan adakah yang kebal terhadap penyakit HIV? Dr. Mangku menjawab dengan tersenyum dan mengatakan tidak ada satu orangpun yang kebal dengan penyakit ini, dikarenakan virus ini menyerang sistem pertahanan tubuh. “Jadi kalau ada orang yang dibilang kebal dengan penyakit ini, itu cuman mitos,” jelasnya.

Maraknya pengobatan herbal untuk mengobati penyakit satu ini dinilai Dr. Mangku tidak bisa mengatasi dan itu merupakan pembohongan, akan tetapi Ia memaklumi, dalam keadaan orang yang bingung dan terjangkit penyakit ini, mau tidak mau akhirnya percaya akan pengobatan herbal tersebut. “Jangan percaya bahwa herbal itu dapat menyembuhkan penyakit satu ini,” paparnya.

Mengenai pencegahan dikalangan remaja, Dr. mangku menilai, peran orang tua sangatlah penting, Ia mengatakan ada tiga hal yang bisa dilakukan dan harus diterapkan setiap harinya oleh orang tua kepada anaknya. Yang pertama orang tua harus setiap hari bertatap muka dan memandang mata si anak, berkomunikasi langsung, bukan dalam artian memberikan nasehat, melaikan komunikasi timbal balik (diskusi), dan melakukan kontak body (berpelukan, salaman). “Tiga macam kontak ini akan membuat anak tersebut merasa nyaman berada dirumah,” saranya.

Dan pentingnya masalah pengaman (Kondom), Dr. Mangku menjelaskan, kondom memang tidak bisa mencegah prilaku seksual beresiko. “Sama seperti helm, tidak bisa melarang orang untuk kebut-kebutan,” terangnya.

Akan tetapi disini Ia menjelaskan akan pengaruh baik dari pemakaian kondom tersebut, Ia mengatakan kondom dapat membantu mencegah penularan penyakit HIV AIDS. Dalam hal ini Dr. Mangku juga menanggapi tentang pendapat banyak orang yang mengatakan kondom adalah alat pengaman yang mubazir, dikarenakan kondom memiliki pori-pori yang bisa membuat cairan keluar dengan sendirinya dari pori-pori tersebut.

Dr. Mangku tidak memungkiri bahwa pemahaman ini benar, hanya saja Ia menegaskan, kondom bisa menampung semua cairan asalkan kondom itu tidak bocor, dan penggunaannya/penyimpanan yang baik. “Karena penyebaran virus ini hanya bisa tertular melalui cairan itu sendiri,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada seluruh Media di Bali, untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat luas, bahwa menggunakan alat pengaman (kondom) itu sangatlah penting, agar pemahaman tentang kondom tidak disalah artikan dan benar-benar memahami, kalau kondom tidaklah hanya untuk dipakai oleh para pekerja seks komersial (PSK), melainkan semua pihak yang ingin melakukan hubungan seks. “Hilangkan anggapan kalau kondom merupakan simbol zinah, PSK, dan anggapan negatif lainnya,” jelas Dr. Mangku. (SB-Eny/Putra)

Comments

comments