Presiden Jokowi Siap Hadiri Mahasabha KMHDI di Yogyakarta

0
433
Presiden Jokowi bersama Pengurus KMHDI di Istana Negara (foto biro sekretariat presiden)

SULUH BALI, Jakarta – Pengurus Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) dan DPN Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jumat (18/5). Pada pertemuan itu, KMHDI dan Peradah Indonesia bersama Presiden membahas beberapa persoalan diantaranya permasalahan umat Hindu, stabilitas keamanan, pendidikan serta terkait dengan revolusi industri 4.0

Presidium PP KMHDI Putu Wiratnaya mengatakan, KMHDI secara kelembagaan berkomitmen akan selalu bersinergi dengan siapapun termasuk pemerintah dalam hal memerangi aksi terorisme. Karena aksis teror yang mengancam nyawa hidup manusia tidak pernah dibenarkan oleh siapapun dengan alasan apapun.

“Dukungan KMHDI merupakan bentuk komitmen kami terhadap NKRI. Untuk kedaulatan dan keutuhan bangsa, KMHDI tidak akan menjaga jarak dengan pemerintah” Ujar Wiratnaya

Wiratnaya juga mengungkapkan pemerintah perlu menaruh perhatian khusus pada pengembangan penggerak ekonomi mikro. Mengingat terjadinya revolusi industri 4.0, maka peran teknologi sangat vital sebagai strategi pasar.

“Untuk itu, perlu adanya perbaikan secara sistematis yang terintegrasi dari motode pendidikan yang harus mengedepankan pendidikan karakter dan keterampilan dengan sistem pemasaran UMKM yang saat ini sudah terintegrasi dengan pasar bebas” imbuhnya.

Presiden Jokowi dan Pengurus DPN Peradah di Istana Negara (foto biro Sekretaris Negara).

Selain dua permasalahan di atas, Wiratnaya juga secara langsung mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dalam Kongres Nasional (Mahasabha) XI KMHDI yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 di Yogyakarta.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi langsung menyanggupi untuk hadir dalam kegiatan Mahasabha KMHDI yang akan dilaksanakan di Yogyakarta. Selain itu, Presiden Jokowi juga berharap mahasiswa Hindu khususnya KMHDI membangun rasa optimisme untuk mewujudkan perubahan Indonesia yang leebih baik.

“Revolusi industri 4.0 merupakan tanggung jawab bersama, perlu waktu dan keuletan untuk melakukan perubahan. Sehingga, kita semua harus optimis bahwa Indonesia akan setara dengan negara-negara besar lainnya” kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mendampingi Presiden menerima pengurus Peradah dan KMHDI di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat membenarkan pada Intinya adalah ingin mengundang bapak Presiden karena Peradah dan KMHDI akan mengadakan kongres (mahasabha). “Kita bersyukur Bapak Presiden menyanggupi akan menghadiri kedua undangan itu,” ujar Menteri Agama.

Pada kesempatan itu Ketua Umum DPN Peradah Indonesia Sures Kumar menjelaskan organisasinya membahas kondisi terkini bangsa bersama Presiden.

Dirinya menyampaikan permasalahan internal umat Hindu, salah satunya data populasi umat di Badan Pusat Statistik.

Sures menjelaskan terdapat ketimpangan antara data dengan total sebenarnya.

“Di BPS kita hanya 4.061.200 sekian. Sementara umat Hindu ini kurang lebih ada 11 juta. Lantas 6 juta lari kemana?” ujar Sures.

Presiden, jelas Sures, menyatakan akan segera melakukan tindak lanjut atas laporan tersebut.

Selain itu, Presiden menjelaskan pemerintah dan aparat keamanan terus berupaya memberikan situasi aman kepada masyarakat, kata Sures.

“Presiden sudah sangat cepat merespons dalam melakukan penyelesaian di lapangan. Dan tadi juga kami mendorong keluarnya Perppu Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,” ujar Sures.

Menanggapi hal itu, Presiden menjelaskan Perppu tersebut belum dibutuhkan karena pemerintah dan DPR sudah mencapai kesepakatan penyelesaian undang-undang tersebut pada akhir Mei 2018.

Dalam pertemuan tersebut, Peradah dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia mengapresiasi keputusan pemerintah yang mengizinkan Komando Operasi Khusus Gabungan dalam membantu menindak teror.

(SB-ant)

Pengurus KMHDI dan Peradah bertatap muka dengan Presiden di Istana Negara (foto biro sekretariat presiden)

 

 

Comments

comments