Pramono : Bukan Masanya Memimpin Gaya Otoriter

27

Pramono Edhie Wibowo. (foto-ijo)

SULUHBALI.CO Denpasar – Salah satu peserta dalam Konvensi capres Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo membahas soal kepemimpinan di masa yang akan datang. Jika dirinya terpilih menjadi pemimpin Indonesia Pramono berkomitmen akan melanjutkan pembangunan.

Hal dasar yang memberanikan dirinya menjadi salah satu peserta Konvensi Partai Demokrat adalah latar belakang dirinya selama 33 tahun menjadi Tentara, “jenjang karir seorang tentara itu dari memimpin yang kecil hingga memimpin yang banyak. Mungkin itu dasar masalah kepemimpinan,” tuturnya.

Menurutnya seorang pemimpin itu harus menjalin komunikasi yang baik dengan orang yang dipimpinnya dan seorang pemimpin di Indonesia juga harus kenal betul daerah Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke karena banyaknya adat dan budaya hal tersebut harus dipahami oleh seorang pemimpin.

“Jadi membangun sebuah negara komprehensif kalau misalnya terjadi ketimpangan. Kita harus lihat daerah masing-masing. Membangun Indonesia tidak boleh disamakan dengan membangun Pulau Jawa. Jangan melihat pulau-pulau lain seperti Jawa,” tegas Pramono saat Jumpa Pers Senin (17/02/2014).

Baginya bukan saatnya kita memimpin sebuah negara dengan gaya otoriter, Indonesia telah memilih Demokrasi seperti ini, “Apakah mungkin seorang pemimpin dengan demokrasi seperti ini masih berbuat otoriter,” ucapnya.

Karena hak-hak seorang presiden pada masa lalu sangat kuat, tapi kini hak-hak tersebut telah terbagi menjadi eksekutif, yudikatif dan yudikatif semua itu memiliki kekuasaan yang berbeda.

Siapapun yang terpilih menjadi presiden pada pemilu 2014, dia mengatakan, “Apa yang sudah baik dilanjutkan. Apa yang belum selesai diselesaikan. Yang belum sempurna disempurnakan. Apa yang perlu dikoreksi ya dikoreksi,” ujarnya. ( SB – Ijo)

Comments

comments