PPI Bali Tak Terganggu Penahanan Anas

94

Anas bersama Pasek saat menghadiri pelantikan pengurus PPI di Bali beberapa waktu lalu (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Aktivitas di Rumah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Daerah Bali tak terganggu pascapenahanan Ketua Presidium PPI, Anas Urbaningrum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/1).

Dari pantauan Antara, di Rumah PPI Bali yang terletak di Jalan Ciung Wanara I Nomor 36, Renon, Denpasar, Sabtu, beberapa petugas setempat terlihat bekerja seperti biasa tanpa terpengaruh dengan ramainya pemberitaan terkait mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu di Jakarta.

“Kami sedang sibuk menyiapkan spanduk-spanduk dan menyelesaikan tugas administrasi lainnya,” kata staf setempat, Andrian Eka Pratama.

Meski demikian, tidak ada aktivitas mencolok yang dilakukan oleh pengurus daerah di rumah berlantai dua tersebut pascapenahanan Anas, selain karena saat ini merupakan akhir pekan.

Dia menjelaskan bahwa aktivitas untuk mendekatkan diri dengan masyarakat juga tidak mengalami pengaruh karena baru saja pihaknya memberikan bantuan sosial kepada warga korban puting beliung di Pemogan, Denpasar.

Nyoman Agung Sariawan
Nyoman Agung Sariawan

Sementara itu terkait dengan masa dengan PPI Bali, Ketua PPI Pengurus Daerah Bali, Nyoman Agung Sariawan menyatakan bahwa tidak akan ada perubahan baik pengurus maupun agenda yang telah disusun sebelumnya.

“Semua baik-baik saja, tidak ada pengaruh,” ucapnya.

Pascapenahanan Anas oleh KPK, Agung menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan pengurus dan anggota terkait tindaklanjut kasus yang menimpa pucuk pimpinannya.

Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPI Bali di sembilan kabupaten/kota secara bergiliran.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melantik anggota DPC di sembilan kabupatan/kota mulai bulan Februari 2014,” ucap Agung.

Hingga saat ini, kata dia, PPI Bali telah memiliki lebih dari 1.000 orang anggota di sembilan/kabupaten kota.

DUKUNGAN MORAL

“Beberapa pengurus PPI bahkan ingin memberikan dukungan langsung ke Jakarta. Namun tidak diperbolehkan oleh Dewan Presidium,” kata Ketua DPP PPI Bali Agung Sariawan di Denpasar, Jumat.

Ditemui di Sekretariat PPI Bali di Jalan Ciungwanara 1 Nomor 36, Renon, Denpasar, pihaknya berharap kasus yang dijalani oleh mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu dapat berjalan sesuai hukum yang berlaku.

Ia juga menginstruksikan kader PPI di setiap kabupaten/kota di Bali mendoakan Anas Urbaningrum agar tetap tabah menjalani hukuman terkait kasus korupsi dana pembangunan fasilitas olahraga terpadu di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu.

Sampai saat ini jumlah anggota PPI di sembilan kabupaten/kota di Bali yang terdaftar sebanyak 1.000 orang. “Kami juga sudah membentuk DPC di setiap kabupaten/kota,” kata Agung.

Kegiatan yang telah dilakukan oleh ormas tersebut hingga saat ini secara rutin menggelar diskusi, aksi, dan advokasi. “Terakhir kami membantu korban bencana puting-beliung di Kota Denpasar dengan memberikan bantuan bahan bangunan,” ujarnya.

KAWAL PROSES HUKUM

“Kami akan kawal dan cermati proses hukumnya (Anas Urbaningrum). Kami tetap mengedepankan dan menyerahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran,” kata Ketua PPI Pengurus Daerah Bali, Nyoman Agung Sariawan di Denpasar, Sabtu.

Pihaknya berharap agar kasus yang mendera Ketua Presidium PPI tersebut tidak diintervensi oleh pihak-pihak tertentu sehingga proses hukumnya bisa berjalan lancar.

“Kami berharap agar tidak diintervensi siapapun termasuk penguasa,” ujar Agung yang dilantik sebagai Ketua Pengurus Daerah PPI Bali pada 6 Desember 2013 itu.

Ia telah menduga sebelumnya bahwa setelah diperiksa KPK maka mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) itu ditahan KPK.

Pascapenahanan itu, pihaknya mengharapkan akan membuka jalan bagi Anas untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran seperti yang disampaikan dalam pernyataan singkatnya sesaat sebelum dijebloskan ke tahanan KPK kepada awak media.

PPI Pusat sendiri telah menginstruksikan para anggota di daerah untuk memberikan dukungan moral dengan mendoakan mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang diduga menerima gratifikasi proyek pembangunan fasilitas olahraga terpadu di Desa Hambalang, Bogor, Jawa Barat itu.

“Kami juga telah menginstruksikan anggota di sembilan kabupaten/kota untuk berdoa agar proses hukum Pak Anas berjalan lancar,” ucapnya. (SB-ant)

Comments

comments