Power Of Media Sosial, Dunia Nyata dalam Kehidupan Virtual

340
Ilustrasi

Oleh : I Wayan Supadma Kerta Buana

Tidak bisa dipungkiri dalam dekade kecagihan teknologi dan dunia digital semakin marak, hampir sebagain besar masyarakat memanfaatkan media sosial. Alat komunikasi sosial yang bersifat digital ini tidak hanya dijadikan sebagai media komunikasi akan tetapi dalam perkembangannya juga menjadi alat sosial-politik, ekonomi, budaya dan bidang kehidupan lainnya. Media sosial tidak hanya bersifat individual antar personal, perkembangannya juga telah menerobos antar kelompok maupun lembaga.

Media sosial juga layaknya media konvensional dalam hal penyebaran informasi. Gaungnya bahkan mengalahkan media konvensional yang semakin cepat diterima oleh masyarakat. Akses media sosial yang cukup mudah dengan memanfaatkan jaringan internet membawa informasi dalam seperdetik. Informasi yang didapat dan diteruskan secara luas dari satu orang ke orang lain secara berantai.

Dalam era digital media sosial menjadi media siber yang juga berfungsi sebagai media informasi yang tidak hanya dari pihak lain namun juga interkasi langsung si empunya akun sosial. Nasrullah dalam Buku Teori dan Riset Media Siber (2014;16) menyebutkan di era media interaktif, khalayak dimungkinkan untuk melakukan umpan balik langsung dan bahkan adanya transformasi dari batasan antara khalayak dan produsen informasi; bahwa khalayak di era media interaktif bisa menjadi konsumen dan saat itu juga menjadi produsen dari informasi.

Kekuatan media sosial yang bisa diakatakan begitu dahsyat dan besar ini sebagai alat interkatif bisa dibuktikan secara nyata. Misalnya berbagai fenomena sebuah penyebaran viral konten-konten yang secepat kilat tersebar dan membuat kehebohan di dunia maya. Misalkan di Bali, fenomena kata “ges” yang diplesetkan dari sapaan guys menjadi booming oleh media sosial yang berawal dari seorang perempuan yang mengucapkannya.

Fenomena video-video greget juga sempat menjadi luas di media sosial dan kemudian memunculkan kepopuleran Guruji Duaji. Tidak hanya fenomena kepopuleran dalam perkembangan media sosial juga memunculkan paradigma baru sebagai arus suara yang cukup besar dalam menentukan pandangan publik dalam sebuah kasus maupun masalah sosial di masyarakat. Seperti kasus tari setengah telajang di Jembrana belum lama ini menjadi viral dan ahirnya menjadi cepat ditangani dan masalah sosial lainnya.

Kekuatan demikian menandakan bahwa media sosial memiliki andil yang besar dalam kehidupan nyata masyarakat. Media sosial juga menjadi sangat berpengaruh bagi paradigma kehidupan masyarakat sehingga memiliki posisi penting. Meskipun bersifat virtual (maya), namun kekuatannya tidak jarang pula menjadi nyata dalam kehidupan dalam berbagai bidang. Sehingga keberadaanya tidak bisa dipandang sebelah mata dalam era digital dan internet ini.

Namun demikian, sebagai sebuah alat komunikasi media sosial ini juga layaknya menjadi sebuah wahana yang kemudian memberikan faedah bagi kehidupan masyarakat. Penggunaan  yang bijak juga diperlukan dalam memanfaatkannya sehingga tidak malah menjerumuskan seseorang ke hal-hal yang negatif. Aspek kegunaan media sosial juga harus diperhatikan sebatas diperlukan, tidak kemudian membuat seseorang malah diperbudak oleh media sosial.

Seseorang dalam memanfaatkan media sosial harus tetap memperhatikan akunnya yang sebagai refresentasi media komunikasi. Penggunaan media sosial tidak menjadi sebebas-bebasnya mewakili si empunya akun. Memanfaatkannya sebagai perwakilan diri dan kemudian menuangkan isi serta unek-unek permasalahan dalam hati ke dalam akun media sosial perlu dihindari. Hal ini tidak hanya menjaga privasi namun juga sebagai kewaspadaan dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Viral yang dituangkan dalam sebuah akun media sosial juga memiliki konsekuensi logis baik bersifat bermanfaat dan menguntungkan maupun bersifat merugikan. Dari segi menguntungkan, pengguna media sosial akan memiliki jaringan luas dan mendapat kemanfatan dari kecepatan informasi. Namun ketika media sosial tidak baik akan dan merugikan bagi si pengguna akun yang bisa berkonsekuensi hukum, sosial, politik maupun dapat merugikan orang lain. Perlu bijak menggunakan media sosial yakni dengan memanfaatkan sesuai dengan keperluan dengan mempertimbangkan kegunaan yang berfaedah.

Comments

comments