Polwan Polda Bali Imbau Pengungsi Pakai Masker Jika Terjadi Hujan Abu

15
Beberapa Polwan saat bermain bersama anak - anak pengungsi.
SULUH BALI, Karangasem – Semangat Polwan Polda Bali ketika menangani para pengungsi erupsi Gunung Agung seakan tak pernah padam. Cuaca yang tak menentu, kadang panas kadang hujan, bukan sebagai penghambat saat melaksnakan tugas kemanusian.
Sebagai abdi negara, srikandi Polda Bali selalu tulus memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengeluh sedikitpun. Semua itu bisa dibuktikannya, pada saat mengunjungi pos pengungsian yang ada di Banjar Mendira, Sengkidu, Karangasem, Kamis (30/11/2017) sekitar pukul 11.00 Wita.
Para Polwan ingin mengetahui secara langsung situasi di pos pengungsian pasca status Gunung Agung kembali dinyatakan pada status awas oleh pihak PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Tidak hanya itu, Polwan juga ingin mengetahui kondisi kesehatan para pengungsi pasca turunnya hujan abu di Karangasem.
Kedatangan 21 Polwan yang terlibat Ops Aman Nusa Agung II-2017 “Lanjutan” diterima Ketua Posko, I Gede Ezafarista selaku Kepala Lingkungan setempat. Para Polwan berbaur dan berdialogis dengan warga untuk menanyakan kendala yang dihadapi selama berada di pengungsian.
Kasubsatgas Polwan AKBP Zulafni mengatakan, jumlah pengungsi di Banjar Mendira, Sengkidu sebanyak 207 orang, yang berasal dari Desa Jungutan, Perangsari, Buanagiri, Bebandem dan Subagan. Warga mengaku sudah berada di pos pengungsian sejak Selasa (21/11) lalu.
“Sudah tiga hari ini, anak-anak dan ibu-ibu sudah ada yang mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca yang tidak menentu dan hujan abu. Namun sudah mendapat penanganan medis. Terkait bantuan logistik dari pemerintah, pos pengungsian ini sudah menerimanya pada tanggal 26 Nopember 2017,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Polwan juga memberikan semangat dan imbauan untuk tetap menjaga kesehatan mengingat cuaca saat ini tidak menentu. Polwan juga meminta agar menggunakan masker apabila terjadi hujan abu lagi, karena abu vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Suasana pengungsian mendadak riang gembira, ketika para Polwan memberikan semangat kepada anak-anak. Mereka diajak bermain dan bernyanyi bersama agar tidak trauma selama berada di pengungsian. (SB-rio)

Comments

comments