Polresta Denpasar Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri Jepang

48

SULUH BALI, Denpasar – Polresta Denpasar menggelar  Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap  pasangan suami istri (pasutri) asal Negara  Jepang di beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jimbaran pada, Senin (02/10).

Wakasat Reskrim Polresta Denpasar, AKP Gusti Made Sudarma Putra usai rekonstruksi menjelaskan ada beberapa  adegan yang diperankan pelaku  I Putu Astawa (25) pria asal Negara, Bali, ini saat menghabisi nyawa korban Matsuba Nurio (76) dan Matsuba Hiroko (76). Dari 12 adegan tersebut, pada adegan ke 10 dan 11 lah pelaku menghabisi nyawa korban dan pada adegan ke 12 tersangka mengikat korban.

Menurutnya rekonstruksi kasus pembunuhan ini sengaja digelar dibeberapa tempat karena berdasarkan keterangan pelaku. Sekitar enam TKP, diantaranya dirumah sewa korban di Puri Gading 2 Blok F1 No 6 Jimbaran, di rumah kos tersangk, di lokasi kerja istri tersangk, di tempat pembelian bensin, di pasar, di depan kantor Kecamatan Kuta, dan di Jalan Sunset road dekat Hotel Horison dengan total 90 adegan.

“Rekonstruksi yang TKP ada 2, tahap pertama pagi tersangka datang, jalan melintasi depan TKP pada pukul 08.30 wita hingga lanjut sampai Eksusi sebanyak 28 adegan,” ujarnya.

Dia menambahkan setelah menghabisi nyawa korban, pelaku kemudian keluar membawa mobil dan datang kembali sekitar pukul 19.00 wita dengan membawa bensin, korek dan dupa. Sehingga untuk melenyapkan barang bukti di TKP sejumlah 35 adegan, sambungnya. “Semua adegan sesuai dengan keterangan TSK dan fakta dilapangan,” ujarnya.,

Dari adegan tersebut tersangka menghabisi korban di adegan ke 10 dan 11. Sementara diadegan 12 tersangka mengikat korban. Alat-alat yang digunakan seperti plastic hingga pisau dikatakannya diambil dari TKP. Hanya bensin, dupa dan korek api yang dibawanya dari luar.

Sementara itu saat dimintai ketegasan terkait adanya rencana rekonstruksi di tempat kerja istri tersangka, pihaknya menegaskan bahwa ada cerita dari kejadian yang mengarah tempat tersebut. “Pelaku sempat menaruh mobil di sana, menukar sepeda motor dan meminta kunci kos kepada istrinya,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pelaku Putu Astawa menjadi satu-satunya pelaku dalam kasus pembunuhan pasutri (pasangan suami istri) asal Jepang Matsuba Nurio dan Matsuba Hiroko yang ditemukan tewas mengenaskan dibakar di rumah sewanya di Puri Gading 2 Blok F1 No 6 Jimbaran Kuta Selatan, Badung. Tersangka nekat melakukan aksinya dikarenakan terhimpit hutang yang dimilikinya sebesar Rp10 juta. Akibat perbuatannya, pelaku terpaksa harus merasakan dinginnya lantai tahanan Mapolresta Denpasar. (SB-rio)

Comments

comments