Polres Badung Jaring 13 Pelaku Kejahatan Selama Sebulan terakhir

66
Para tahanan dibawa polisi untuk ditunjukan ke media massa (foto rio).

SULUH BALI, BADUNG – Jajaran Polres Badung berhasil menjaring  sebanyak 13 orang tersangka dari berbagai kasus tindak pidana selama sebulan terakhir. Hal tersebut disampaikan Kapolres Badung  AKBP Yudith Satriya Hananta pada, Senin (23/10) di Mapolres Badung.

“Sebanyak 11 kasus yang telah kami ungkap dengan 13 tersangka. Diantaranya 6 kasus pencurian pasal 362 KUHP. Termasuk didalamnya kasus curanmor dengan jumlah tersangka 7 orang,” ujarnya.

Dia menjelaskan ada dua kasus pencurian dengan pemberatan pasal 363 KUHP yang tersangkanya 3 orang. Satu kasus pasal 480 KUHP dan 303 KUHP serta satu kasus KDRT dengan total tersangka 3 orang, lanjutnya. Dalam kasus KDRT yang dimaksud adalah kasus penebasan kaki istrinya Kariani lantaran dipicu kecemburuan.

“Kasus KDRT tersebut memasuki tahap satu. Kami menunggu dari kejaksaan untuk tahap duanya. Yang kemarin cukup heboh di Medsos. Kami tangani dengan baiklah,” jelasnya.

Sementara itu beberapa tersangka yang terlibat kasus pencurian handphone diantaranya Bagus Yogi Okta Artawan, (27) alias Gus Awan yang mencuri dua buah handphone di Perum Griya Tansa Krisna Jalan Bila Desa Dalung, Kuta Utara pada Selasa (19/9) sekitar pukul 16.00 wita.

Seorang buruh bangunan Abdurachman, 36, Rochman juga melakukan pencurian 3 buah handphone di rumah makan Mentok Pedas Jalan Pantai Pererenan, Mengwi pada Rabu (3/5) sekitar pukul 06.00 wita. Akhirnya diamankan di rumahnya Jember Jawa Timur pada Jumat (8/9) lalu.

Efendi Adi (41) alias Deni juga terlibat pencurian handphone dengan modusnya berpura-pura menjadi pengunjung rumah sakit RSUD Badung. Dan berhasil mencuri handphone korbannya yang bernama Surya Permata Wicaksana. Soni Wijaya, 42, alias Soni yang mengambil handphone Oppo F3 milik salah satu karyawan kafe dengan modus memesan sosis bakar.

Sementara itu Cucun Cahyana (34) terlibat kasus curanmor di Kantor Puskesmas Pembantu Desa Sibang Gede, Abiansemal. Pihaknya sengaja melakukan pencurian sepeda motor Vario Techno lantaran tekanan ekonomi.

Seorang perempuan Putri Ayu Parmudya, (38) turut serta menjadi penadah barang hasil pencurian. Bersamanya disita beberapa barang bukti diantaranya TV Polytron, Hp Sonu, Tape Mini Compo, serta uang tunai sebesar Rp364 ribu.

Lantaran tekanan ekonomi seorang pembantu rumah tangga Mega Yunita, 27, juga melakukan tindak pidana pencurian uang majikannya yang disimpannya di atas sofa. “Uangnya sejumlah Rp9,6 juta dan disimpan di dalam kresek saat itu,” ujarnya. (SB – Rio) 

 

 

 

 

 

 

Comments

comments