Polisi Tangkap Pengguna dan Pengedar Narkoba

111
kelima tersangka yang berhasil diamankan (foto-ist)

SULUHBALI, Denpasar – Seorang mahasiswa DGA (19) diciduk team Sat Res Narkoba Polresta Denpasar di Jalan Maluku III setelah menerima informasi adanya seseorang yang acap kali mengedar dan menggunakan narkotika jenis shabu.

DGA memperoleh barang tersebut dengan cara bertransaksi oleh seorang pria berinisial PD

yang tidak diketahui alamatnya seharga Rp. 1.000.000,- untuk dua paket sabu, melalui messenger Line.

“Kita amanakan DGA di Jalan Maluku III berikut 2 paket sabu. Kami amankan pelaku setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang diketahui bernama DGA biasa mengedarkan dan menggunakan sabu,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo didampingi Kasatreskoba Polresta Denpaar Kompol Gede Ganefo, Senin (06/03/2017).

DGA menerangkan menggunakan sabu sejak setahun yang lalu, saat perayaan lulus sekolah SMA. Dan sudah 2 kali membeli sabu dengan PD dengan cara yang sama yakni chating melalui Line.

“Jadi pelaku ini (DGA) menjual sabu hanya untuk penghasilan tambahan dan sudah menggunakan sabu sejak setahun yang lalu, saat perayaan lulus sekolah SMA. Terakhir menggunakan beberapa jam sebelum tertangkap,” ujarnya.

Sehari setelah DG diamankan, Sat Resnakoba mengamankan pria berinisial LK (32) di Jalan Mahendradata Gang I yang biasa mengedarkan dan menggunakan narkoba jenis sabu. Selain LK, petugas juga mengamankan MU (25) dan Mat (38) yang sama-sama juga berprofesi sebagai sopir freelance dan satu orang wanita berinisial BS (19).

Kapolresta menyebutkan keempat pelaku diamankan dari lokasi yang berbeda-beda, LK di Jalan Mahendradata gang I, MU Jalan Gria Anyar, Gang Juwet Sari, Mat di Jalan Noja I Nomer 11 dan DS Jalan. Juwet Sari, Gang Wisma Galang.

“Kita amankan 4 orang lainnya di lokasi yang berbeda-beda dengan total 6 paket sabu. Dari tangan LK  kita dapatkan 1 paket sabu, MU 1 paket sabu, Mat dan BS  masing kedapatan memiliki 2 paket,” terangnya.

Menurut pengakuan MAT salah seorang yang berhasil diamanakan menyebutkan memperoleh sabu dari AR yang dibeli dengan harga Rp.1.600.000, per gram dibayar dengan cara transfer dan mengambil alamat sabu di seputaran Denpasar Timur.

“Selanjutnya sabu di pecah sendiri oleh pelaku menjadi paket yang lebih kecil menjadi empat paket dan dijual per paket Rp.500.000. keuntungan dari penjualan di gunakan untuk keperluan hidup sehari hari dan Mat sudah beberapa kali membeli dari AR yang keberadaannya tidak diketahui,” ungkapnya. (SB-Dims)

Comments

comments