Polisi Sudah Temukan Foto Bugil Korban Yang Disebar Oknum Polisi

1926
Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto memberikan keterangan pers (foto ist)

SULUH BALI, DENPASAR – Polisi Daerah Bali telah menemukan foto-foto bugil korban pencabulan BW (17) yang dilakukan oknum polisi Polres Klungkung Aiptu IKA (56). Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto saat jumpa press di Polda Bali, Jumat (17/6).

Foto bugil tersebut digunakan Aiptu IKA untuk terus memaksa korban BW mau berhubungan badan. Walau begitu, niat pelaku untuk menyebarkan foto bugil korban tidak hanya sebatas ancaman. Foto- foto korban pun sudah disebarluaskan oleh pelaku.

“Sudah kita periksa orang orang yang menerima foto itu. Ada 4 saksi yang sudah kita periksa dan akan terus kita periksa dan akan melakukan olah TKP ada beberapa tempat yang digunakan pencabulan dan persetubuhan,” tutur Kombes Herry.

Karena sudah memenuhi unsur, maka Polda Bali menetapkan Aiptu IKA sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap korban BW (17).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik kriminal umum bahwa pelaku pencabulan Aiptu IKa sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar kombes Hery.

Kombes Hery menjelaskan bahwa penetapan Aiptu IKA sebagai tersangka berdasarkan beberapa bukti permulaan yang cukup. “Kita sudah mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Aiptu IKA sebagai tersangka dalam kasus pencabulan. Langkah langkah yang sudah kita lakukan yakni pemeriksaan saksi saksi. Ada beberapa saksi yang sudah kita lakukan  pemeriksaan. Kemudian untuk saksi korban memang baru siang ini tadi. Selesai proses pemeriksaan terhadap saksi korban kita lakukan 3 hari. Karena memang untuk memeriksa saksi korban ini kita harus memperhatikan kondisi jiwa korban,” tutur perwira asal Jogja Jawa Tengah ini.

Berdasarkan hasil keterangan dari saksi saksi, kata dia, kemudian hasil keterangan visum yang didapatkan maka oknum polisi itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan ini. “Setelah kita menetapkan sebagai tersangka maka akan segera kita lakukan penahanan di rumah tahanan Polda Bali. Mungkin hari ini juga,” sambung perwira tiga melatih di pundak ini.

Pada kesempatan yang sama Dirkrimum Polda Bali Kombes herry santoso menuturkan bahwa dua alat bukti yang dimiliki polda bali ini merupakan hasil dari beberapa keterangan saksi terutama saksi korban, kedua orang tua korban, keluarga korban, yang sempat berkomunikasi dengan pelaku.

Atas perbuatan bejatnya, oknum polisi berkepala 5 ini pun terancam dipecat. Kabid Propam Polda Bali AKBP Beny Arjanto, menjelasan bahwa Pasal yang disangkakan kepada pelaku yakni Pasal 7 ayat 1 b dan atau pasal 10 huruf a dan atau pasal 11 c dan atau pasal 15 e, praturan kapolri no 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi polri jungto ke pasal 13 ayat 1 peraturan pemerintahan republik indonesia no 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri.

Yang kedua perbuatan oknum anggota tersebut adalah perbuatan yang melanggar kesusilaan yang dilakukan berulang ulang dimana perbuatan tersebut telah menyebabkan dinas atau perorangan menderita kerugian.

Kemudian adapun parameter atau tolak ukur dalam menilai bahwa tindak perseorangan menderita kerugian adalah yang pertama dampak dari perbuatan pelanggar tersebut mengakibatkan rusak atau turunnya citra institusi polri.

Yang kedua perbuatan pelanggara telah membuat pemberitaan yang negatif secara luas. Kemudian penerapan sanksi pelanggaran pasal 6 sampai dengan pasal 16 peraturan kapolri No. 14 Tahun 2011 dapat berdiri sendiri tanpa menunggu pembuktian pidana terlebi dahulu dan dapat menjatuhkan sanksi berupa rekomendasi PPDA atau dipecat sesuai dengan surat edaran Kabid Propam Polri No SE/6/V/2014 tentang teknis penegakan pelanggaran kode etik profesi polri. (SB-Rio)

 

Comments

comments

Comments are closed.