Para pelaku jambret dan barang bukti yang berhasil disita. (foto-dims)
SULUH BALI, Mangupura – Banyaknya laporan mengenai aksi copet di kawasan Kuta cukup membuat Kapolsek Kuta geram.
Kapolsek Kuta Kompol Nyoman Wirajaya menyebutkan maraknya aksi jambret kawasan sektor pariwisata, khususnya wilayah Kuta cukup mencoreng pariwisata Bali.
“Saya bersama anggota akan terus melakukan penindakan terhadap aksi pencopetan, Money Changer liar dan aksi pencurian di ATM. Kalau ini dibiarkan bisa mencoreng pariwisata Bali,” tegasnya, Senin (15/01/2017)
Alhasil, pihaknya berhasil berhasil meringkus komplotan Jambret yang kerap beraksi di Wilayah Kuta, diantaranya I Nengah Cery (31), I Komang Patkai (15), I Wayan No alias Fendi (18), I Putu Agus Andre (26) dan I Made Mahendra Putra (22).
Tidak tanggung- tanggung, barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 40 unit handphone berbagai jenis dan 10 unit handphone yang sudah dikanibal.
Tidak hanya itu, selain menyita puluhan handphone Team Opsnal Polsek Kuta juga menyita 3 unit sepeda motor yang kerap digunakan untuk beraksi dan uang tunai 63 juta.
“Mereka ini sudah beraksi dibanyak TKP di Wilayah Kuta. Mereka ini menyasar Warga Negara Asing dan mereka juga membagi wilayah untuk menjalankan aksinya,” beber Kapolsek.
Penangkapan komplotan jambret ini bermula dari tertangkapnya tersangka Patkay, setelah dilakukan pengembangan Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit Buser Iptu Putu Budi Artama menangkap tersangka Kerry di Jalan Raya Pemogan Gang Puseh, Denpasar Selatan.
Disusul dengan tertangkapnya Fendi di rumahnya di Jalan Gunung Agung, Denpasar.
Menurut pengakuannya Fendi bersama Patkay aksi penjambretan sebanyak 3 kali yaitu dua kali di Jalan Sunset Road dan underpass Kuta. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan ditangkap pelaku lain termasuk penadahnya.
Barang bukti diamankan dari penadah, yakni puluhan HP dan uang Rp 33 juta. Sedangkan dari tersangka Andre yaitu 24 iPhone 6S+, 5 iPhone 7, 5 iPhone 7 Plus, 5 iPhone 5, dua HTC, buku catatan transaksi jual beli dan uang Rp 30 juta.
“Total ada 63 juta dalam bentuk tunai dan puluhan unit handphone. Sudah banyak TKP untuk menjalankan aksinya tapi baru 11 yang berhasil kita ungkap, ini masih kita kembangkan,” ujarnya. (SB-dims)

Comments

comments