SULUHBALI.CO — Polisi mengepung arena balapan liar di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, karena berpotensi mengganggu pengguna jalan.

Meskipun sudah terkepung dari segala arah, ratusan pengemudi sepeda motor yang rata-rata masih remaja, berusaha kabur sehingga terjadi kejar-kejaran dengan polisi, Sabtu (6/9) malam.

Saat ratusan remaja tersebut berusaha kabur, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Ajun Komisaris Gusti Made Sudarma nyaris tertabrak motor pengendara berusia 14 tahun.

“Ia ditangkap anggota di sebelah timur kantor DPRD. Meskipun masih anak-anak, kerepotan juga petugas mengejarnya,” kata Sudarma di Negara, Minggu (7/9/2014).

Wakil Kepala Polres Jembrana Komisaris Hagnyono yang memimpin operasi itu mengatakan, balapan liar atau trek-trekan di seputar Kota Negara sudah meresahkan warga karena sering memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dari data kepolisian, banyak kasus kecelakaan lalu-lintas, termasuk dengan korban meninggal dunia disebabkan oleh balapan liar itu.

“Biasanya mereka parkir di seputar kantor bupati, lalu trek-trekan di jalan Ngurah Rai maupun areal perkantoran ini. Makanya kami kepung jalan seputar kantor tersebut, sebelum mereka trek-trekan,” katanya.

Pihaknya akan rutin menggelar operasi serupa, terutama setiap malam Minggu.

Bagi pengendara yang tidak memiliki surat kendaraan dan SIM, akan ditindak langsung (tilang) dan menahan sepeda motornya hingga satu bulan di Polres Jembrana untuk memberikan efek jera.

Dari Kepala Satuan Lalu-Lintas Polres Jembrana, Ajun Komisaris I Gede Sumadra Kertiawan diperoleh keterangan bahwa sebanyak 50 sepeda motor diamankan dalam operasi tersebut, dengan berbagai kesalahan.

“Ada yang tidak memiliki SIM dan surat kendaraan. Ada juga yang keduanya lengkap, tapi tetap kami amankan, karena mengemudikannya dengan cara tidak wajar,” katanya.

Selain mengamankan sepeda motor, polisi juga menemukan sekelompok remaja laki-laki dan perempuan di taman depan Kantor Bupati Jembrana yang diduga sedang melakukan pesta minuman keras.

Oleh polisi, sejumlah remaja ini dibawa untuk mendapatkan pembinaan, khususnya bagi remaja putri yang masih berumur 15 tahun. (SB-ant)

Comments

comments