Polisi dan BPBD Evakuasi Korban Beserta Bus

61

Salah satu korban saat dievakuasi di RSUP Sanglah (foto-adit)

SULUHBALI.CO, Mangupura – Bus pariwisata yang terjun ke jurang sedalam 20 meter di kawasan Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, Senin sore, mengakibatkan empat orang tewas.

Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Ajun Komisaris Besar Djoko Hariutomo menyebutkan bahwa keempat korban tewas itu adalah sopir dan kernet bus serta dua wisatawan asal China.

“Semua korban tewas dan luka-luka dievakuasi ke rumah sakit terdekat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa bus pariwisata nomor polisi DK-9251-A itu mengangkut 15 penumpang yang semuanya merupakan wisatawan asal China.

Saat itu rombongan wisatawan yang diangkut bus berwarna abu-abu tersebut hendak menuju Pura Uluwatu setelah menikmati panorama Pantai Suluban, Pecatu.

Namun pada saat melintasi jalan yang menanjak menuju pura luhur di ujung selatan Pulau Dewata itu, bus tak dapat dikendalikan dan bergerak mundur dengan cepat.

Bagian belakang bus menghantam pembatas jalan sebelum terjun bebas ke jurang berkedalaman sekitar 20 meter.

Korban tewas dan luka-luka langsung dilarikan ke RS Bali International Medical Center (BIMC) Kuta dan RSUP Sanglah, Denpasar.

Evakuasi korban tewas dan luka-luka dilakukan bersama petugas kepolisian dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Salah satu korban saat di CT Scan di RS BIMC Hospital (foto-erni BIMC)
Salah satu korban saat di CT Scan di RS BIMC Hospital (foto-erni BIMC)
Berikut informasi nama korban meninggal  dan luka – luka :
  1. Ling Me An.
  2. Ping Sian Ming
  3. Yang Shi Hi
  4. Hu Hua Kong.
  5. Guo Au Jian.
  6. Gao Hong Jing
  7. Peng Yun Hai.
  8. Bing Guo Seng.
  9. Sao Qin Ping.
  10. Sao Jin Li.
  11. Ping Jiang Qiang.
  12. Seng Ying Jian.
  13. Lin Bao Sheng.
  14. Agus Bachtiar (Sopir MD)
  15. Elen (Pr, – Guide MD)

PEMINDAHAN BUS TERKENDALA CUACA

Informasi yang didapatkan dari tempat kejadian, pemindahan bangkai bus pariwisata dari dasar jurang sedalam 20 meter di kawasan Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, terkendala cuaca.

“Bangkai bus belum bisa dipindahkan karena selain lokasi diguyur hujan deras, cuaca sudah semakin gelap. Mungkin Selasa (19/11) besok baru bisa,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Komisaris Besar Beno Lauhanapessy, ditemui di lokasi kejadian, Senin malam.

Pihak kepolisian masih akan melakukan proses identifikasi sebelum bangkai bus dengan nomor polisi DK-9251-A itu diangkat dari dasar jurang.

Puluhan petugas gabungan dikerahkan dalam proses evakuasi korban di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, SAR Denpasar, dan sejumlah petugas kepolisian.

Bus yang mengangkut 15 orang wisatawan asal China itu terjun bebas ke jurang sekitar pukul 15.00 Wita yang mengakibatkan sopir, pemandu wisata, dan dua penumpangnya tewas.

Rombongan wisatawan asal negeri Tirai Bambu itu hendak menuju Pura Uluwatu setelah mengunjungi Pantai Suluban, Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

“Setelah dari Pantai Suluban mereka sempat berisitirahat untuk minum kopi sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke Pura Uluwatu,” ujarnya.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian menuturkan bahwa mesin bus saat melewati tanjakan tiba-tiba mati.

Sopir bus diduga tak bisa mengendalikan kendaraan meskipun sempat mencoba menghidupkan kembali kendaraannya.

Namun nahas, bus berwarna abu-abu metalik itu bergerak mundur dan menghantam pembatas jalan sebelum terjun bebas ke jurang dalam jurang.

Posisi bus yang berada di dasar jurang dalam keadaan terbalik dan rusak parah pada bagian belakang.

Empat orang tewas akibat peristiwa naas itu yakni sopir, Agus Bachtiar Surachman dan pemandu wisata, Ellin.

Sedangkan dua orang wisatawan asal China yang tewas hingga saat ini belum diketahui identitasnya.

Seluruh korban kini telah dibawa ke sejumlah rumah sakit di antaranya “Bali Internastional Medical Center” (BIMC) di Kuta, Rumah Sakit Kasih Ibu Kedonganan, dan Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah di Denpasar. (SB-ant)/redp.bon

Comments

comments

Comments are closed.