Polisi Dalami Kasus Caleg Beri Raskin

57

SULUHBALI.CO, Jembrana – Polisi yang menjadi bagian dari Sentra Gakumdu, ikut memantau kasus caleg yang mendompleng beras miskin (Raskin), untuk mempengaruhi pemilih di Kabupaten Jembrana, Bali.

“Hari ini kami memeriksa dua warga yang menerima beras miskin, serta kartu nama caleg. Tadi penyidik Sentra Gakumdu, dari unsur kepolisian datang kesini,” kata Ketua Panwaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, di Negara, Senin.

Karena belum memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam kasus ini, ia mengaku, belum bisa mengambil kesimpulan, apakah ada unsur pidana dalam masalah ini.

“Kami sudah mendapatkan perintah dari Bawaslu Provinsi Bali, untuk menuntaskan kasus ini, termasuk jika ditemukan unsur pidana,” ujarnya.

Sementara anggota Panwaslu yang membidangi pengawasan, Wayan Murdika mengatakan, dua warga yang diperiksa yaitu Nengah Sumadi dan Ketut Juwena, mengaku, menerima kartu nama caleg tidak bersamaan dengan pembagian kupon pengambilan beras miskin.

“Untuk Sumadi mengaku menerima kartu nama caleg, sekitar 15 menit setelah mendapat kupon beras miskin. Tapi pemberinya sama,” katanya.

Sementara Juwena memberikan keterangan, mendapatkan kartu nama caleg setelah minta kepada Kepala Dusun Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Notesen.

Namun Murdika mengaku, pihaknya masih meragukan keterangan dari dua orang ini, karena menemukan keanehan dalam jawaban mereka.

Ia mencontohkan, Sumadi tetap ngotot saat juru arah (setingkat RT), memberikan kartu nama caleg, tanpa disertai pesan atau kata-kata apapun.

“Ini kan aneh, masak diberi kartu nama langsung ditinggal, tanpa ada komunikasi antar mereka?” katanya.

Karena itu ia mengatakan, pihaknya akan terus mendalami kasus ini, termasuk mencari asal usul kartu nama caleg tersebut.

Sumadi dan Juwena diperiksa Panwaslu Jembrana, sejak pukul 10.00 wita hingga 13.00 wita.

Selain mereka, lembaga pengawas Pemilu ini juga memanggil, Anak Agung Komang Putra, selaku RT yang memberikan kupon beras miskin dan kartu nama caleg kepada Sumadi.

Sebelumnya, Panwaslu Jembrana melakukan penyelidikan, terkait kartu nama I Ketut Bameiyasa (caleg DPRD Jembrana) dan I Gusti Agung Rai Wirajaya (caleg DPR RI), yang beredar bersamaan dengan pembagian kupon beras miskin.

Kartu nama dua caleg tersebut beredar di Kelurahan Banjar Tengah, yang masuk Dapil I Jembrana, atau di wilayah Kecamatan Negara. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.