Polisi Badung Segera Razia Petasan dan Kembang Api Besar

109

SULUH BALI, Mangupura — Kepolisian Resor Badung melarang penjualan petasan dan kembang api yang melebihi kapasitas 2 inci di kabupaten terkaya di Pulau Dewata itu.

“Hal itu dilakukan untuk kenyamanan dan kemanan masyarakat serta para pengunjung atau wisatawan yang sedang berlibur di Pulau Dewata,” kata Kepala Sub-Bagian Humas Polres Badung, Ajun Komisaris I Made Dina di Mangupura, Kamis (25/12/2014).

Polres Badung tidak hanya memberikan imbauan tetapi melakukan sosialisasi sekaligus menggelar razia.

Menurut dia, sejumlah daerah sudah disisirnya dengan menggelar razia secara rutin di sejumlah warung dan pusat perbelanjaan untuk memastikan Badung bebas dari peredaran petasan dan kembang api dengan kapasitas besar.

Selain itu, di sejumlah daerah di Kabupaten Badung seperti halnya Desa Adat Kuta telah memberlakukan aturan larangan menghidupkan petasan di kawasan tersebut menjelang tahun 2015.

Larangan itu telah disosialisasikan lewat pemasangan spanduk dan penyebaran selebaran di sejumlah titik strategis di kawasan pariwisata tersohor di Pulau Dewata itu.

Sementara itu, meski larangan itu sudah diberlakukan puluhan petasan bertebaran menghiasi langit di Kabupaten Badung sejak malam misa Natal hingga saat ini.
Soal Miras
Selain petasan juga akan dilakukan razia peredaran minuman keras (miras) yang beredar tanpa izin di daerah kabupaten terkaya di Pulau Dewata itu.

“Razia itu dilakukan untuk mengantisipasi peredaran minuman berbahaya beredar di pasaran,” Ajun Komisaris I Made Dina.

Pihaknya sudah melakukan penyisiran di sejumlah warung, dan rumah yang dicurigai mengedarkan miras berbahaya tersebut.

Selain itu, terkait dengan peredaran miras oplosan berbahaya di sejumlah daerah di Indonesia, pihaknya akan melakukan razia lebih intensif.

“Namun, sampai saat ini kami belum menemukan peredan miras oplosan tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Polres Badung juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sejumlah tokoh masyarakat setempat untuk melakukan sosialisasi bahaya mengkonsumsi minuman keras.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Djoko Hariutomo mengatakan bahwa sampai saat ini belum ditemukan adanya peredaran miras oplosan di Kabupaten Badung bagian selatan maupun Kota Denpasar.

“Kami akan terus melakukan razia dan jika ditemukan akan kami tindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat untuk turut serta membantu menginformasikan jika ditemukan peredaran minuman berbahaya tersebut. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.