SULUH BALI, Denpasar – Dalam hitungan jam, Polda Bali berhasil menyelamatkan warga Negara Bulgaria,  George Jordanov yang diculik dan disekap oleh warga Negara Turki dan beberapa oknum yang merupakan anggota salah satu ormas di Bali. hal tersebut disampaikan Direskrimum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Bali pada, Rabu (7/2/2018).

Ia menjelaskan, kasus penculikan dan penyekapan ini berawal ketika korban WNA asal Bulgaria ini George Jordanov pada 3 Februari lalu sekitar pukul 21. 30 WITA sedang berada di MCD Sunset Road. Pada saat berjalan menuju Mini Mart, korban ini melewati sebuah restoran Kebab dna bertemulah dengan Yusuf Efraum Kiuk alias KEN. KEN diketahui salah satu anggota ormasi di Bali. Begitu keduanya berpapasan, KEN bertanya kepada korban “sedang apa kamu di sini”, lalu KEN dan teman – temannya memukuli WNA Bulgaria tersebut. Setelah menganiaya korban, KEN bersama rekan – rekannya membawa korban ke ruang belakang restaurant Kebab tersebut.

Pada saat yang bersamaan muncul warga negara Turki, Kahraman Midis. Ia pun bertaya kepada korban,  “ ada apa kamu datang ke sini, korban pun menjawab, sedang membeli rokok di Mini Mart. Pada saat interogasi oleh WNA Turki ini, salah seorang yang diketahui anggota ormas tersebut memberitahukan bahwa mobil sudah datang. Saat itu pula korban dibawa me suatu tempat dalam keadaan mata tertutup dan tangan diikat menggunakan baju korban. Korban disekap selama 3 hari lamanya. Namun, selama diculik dan disekap, korabn diberi makan tetapi tetap dijaga.

Sementara itu, Polda Bali mengetahui kasus ini setelah mendapat informasi dari salah satu staff Kedutaan Bulgaria, Alexander yang menjelaskan bahwa telah terjadi penculikan WN Bulgaria, George Jordanov. Sementara, Kdutaan Besar Bulgaria mendapat informasi tersebut dari teman korban. Teman korban mengirim vidio dan foto para pelaku saat menyekap korban. Dalam vidio tersebut, para pelaku meminta uang tebusan sebesar 20 ribu USD. Dari vidio tersebut kemudian Polda Bali melakukan identifikasi.

“kita menerima infoormasi penculikan pada 5 ferbruari 2018 sekitar jam setengah tuju (18.30 Wita).Polisi melakukan penyelidikan terhada vidio yang diviralkan oleh teman korban. Kurang dari 2 jam akhirnya Polda Bali berhasil mengamankan beberapa orang yang teridentifikasi ada di vidio tersebut. Dari vidio tersebut kita bergerak. Pelaku penculikan ini mengancam korban sekaligus minta uang tebusan sejumlah 20 ribu USD. Kita tangkap beberapa orang yang ada dalam vidio tersebut,” ujar Sang Made.

Dalam tempo waktu 3 jam dari menerima informasi Polda Bali berhasil menyelamatkan korban di salah satu kosan di Wilaya Nusa Dua, Badung.  “Tim bergerak sekitar jam setengah 10 (21. 30 Wita) korban bisa kita selamatkan. Dan kita berikutnyamenangkap pelaku yng menjadi otak penculikan. Pelaku dibawa ke polda untuk diperiksa,” ujarnya. Ada sekitar 16 orang yang diamankan dalam kasus ini. sementara dari 16 orang yang diamankan, ada 6 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 10 orang lainnya masih sebagai saksi. 6 orang tersangka ini uakni, KEN sebagai otak atau dalang penculikan, Tihomir Asenov Danailov (35) WNA Bulgaria yang tinggal di Turki, Kemal Kapuci (30) WNA Turki, Deti (29) turut serta mengetahui penculikan dan datang ke lokasi penyekapan, Kahraman Midis WNA Turki, dan Yusten Kapitan (29).

Motif penculikan ini yakni pemerasan dan dendam pribadi. “ada motif lain yang disampaikan oleh pelaku  yakni ingin balas dendam. Karena sebelumnya salah satu pelaku ini pernah dianiaya oleh kawannya dari pada korban ini itu terjadi. Saya sangat sayangkan ini pelaku ini mengajak orang lokal yang menjadi ide melakukan (penculikan) ini. dia mengaku sebagai anggota korlap ormas di bali bernama YEK,” ujarnya.

“Kalo peristiwa dendam menurut keterangan dari pada korban yang jadi pelaku juga pada 25 desember 2018 di sunsetrod juga. Diambil oleh kelompok teman temannya dianiaya. Tapi laporannya ga ada. Itu permasalahannya. Baru dia melapor ya setelah pristiwa ini terjadi. kan ini tidak boleh ada kelompok yang (melakukan)  tindakan sewenang wenang atau mensalomi kelompok lain,” ujarnya.

Diketahui Warga Negara Bulgari menurut pasportnya datang ke Bali pada 2 November 2017 sementara WN Turki mengaku memiliki usaha restoran Bali.  selain itu, warga negara turki ini juga memiliki lambang tato salah satu ormas yang ada ditubuhnya.

“Pelaku diamankan di beberapa lokasi. Sementara korban diamankan di salah satu kos pelaku di wilaya Nusa Dua, Badung. Korban diborgol selama tiga hari. Dijaga dan ditungguin di situ.selama diborgol pelaku dikasih makan. Yang jaga itu bertugas beliin dia makan,” ujarnya.

Atas kasus tersebut keenam pelaku diancam dengan pasal 328 tentang penculikan dan pasal 333 tentang penyekapan dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sementara itum kuasa hukum pelaku, Yanuar Nahak membantah jika penculikan ini melibatkan ormas di Bali. Menurutnya, penculikan ini murni dari oknum dan bukan ormas. Selain itu, lanjutnya, kasus penculikan dan penyekapan ini berawal ketika kliennya pernah diculik dan disekap oleh pelaku yang sekarang menjadi korban. Pada saat itu, kata dia, kliennya Kahraman ini diculik dan disekap oleh George Jordanov. Ketika itu, kliennya yang menjadi korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kuta. Namun, Polsek Kuta tidak memproses dan malah melepaskan pelaku. “beberapa waktu lalu, Kahraman melihat loh kok dia ini (George Jornaov warga negara Bulgaria) kok di lepas. Nah, dari situlah melakukan balas dendam, ujarnya.

Ia pun mengaku sudah melaporkan warga negara Bulgaria ini ke Polda Bali dengan kasus yang sama. Hingga saat ini masih ditahan di Polda Bali. (SB-rio)

Comments

comments